Berita Nasional

Film Asal Palembang dan Lampung Terpilih Festival Film Bulanan, Sandiaga Uno : Selamat! 

Film Asal Palembang dan Lampung Terpilih Festival Film Bulanan, Sandiaga Uno : Selamat! 

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dalam peluncuran Smart Tourism & Hospitality Infrastucture di Universitas Merdeka Malang (UNMER), Jawa Timur pada Rabu (29/6/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Dua film terpilih Festival Film Bulanan lokus 3 telah resmi diumumkan.

Film terpilih pertama diraih oleh film drama berjudul ‘Dua Pilar Satu Atap’ karya Sutradara Ilham Prajatama, produksi Shockfilm & IMASFEK UNSRI asal Palembang, Sumatra Selatan.

Sementara film terpilih kedua diraih oleh film drama berjudul ‘Surro’ karya Sutradara Virya Hendriyah, produksi Helies Pictures asal Bandar Lampung, Lampung. 

 

Atas terpilihnya kedua film ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, mengucapkan selamat atas keberhasilan yang diraih keduanya.

“Buat teman-teman komunitas ShockFilm Indonesia dan Helies Pictures, kami ucapkan selamat atas terpilihnya film kalian sebagai perwakilan dari lokus 3 sekaligus menjadi nominasi di acara puncak Malam Anugerah Festival Film Bulanan di bulan Desember mendatang," ujar Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Senin (24/10/2022).

 

Sandiaga Uno mengaku senang melihat semangat pantang menyerah sineas Sumatra, terbukti dari banyaknya film-film baru yang didaftarkan. 

 

“Senang sekali melihat antusisme teman-teman di Sumatra, semoga semangat juang dan pantang menyerah ini bisa menular ke teman-teman di daerah lain,” ucap Sandiaga Uno.

Baca juga: 12 Saksi Akan Dipanggil dalam Sidang Lanjutan Bharada E Selasa (25/10/2022) Ini

Baca juga: Hindari Kemacetan Imbas Banjir, Pj Gubernur DKI Jakarta Minta Pekerja WFH Selama Musim Hujan

Dari kacamata salah satu kurator Festival Film Bulanan, Mohamad Ariansah, kedua film terpilih periode Oktober 2022 berusaha untuk menampilkan isu-isu mengenai toleransi antar agama, nilai tradisi, dan ikatan batin dalam keluarga yang dikemas dengan apik.

 

Seperti film ‘Dua Pilar Satu Atap’ memperlihatkan kekuatan visualiasi dari transisi emosional yang dialami sebuah keluarga Tionghoa, setelah kembali berkumpul dengan salah satu anggota keluarga yang sudah berpisah selama belasan tahun karena persoalan kepercayaan dan adat-istiadat. 

 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved