Musibah Tembok Roboh

Cerita Pilu di Depok, Adik Adnan Korban Tembok Roboh Menangis di Depan Keranda Mayat

Adik Adnan korban tembok roboh bernama Usen menangis di depan keranda mayat. Usen menangis terisak-isak.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Cahaya Nugraha
Cerita Pilu di Depok, Adik Adnan Korban Tembok Roboh Menangis di Depan Keranda Mayat 

TRIBUINNEWSDEPOK.COM, LIMO - Cerita pilu di Depok, adik Adnan korban tembok roboh menangis di depan keranda mayat.

Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar almarhum Adnan Efendi. di Jalan Wahid Khasim, Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

Adnan Efendi merupakan korban runtuhnya tembok pembatas bangunan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 19 di Jalan Pinang Kalijati, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, roboh Kamis (6/10/2022). 

Baca juga: Paman Korban di Depok Tetap Ingin Teman-Teman Main ke Rumah Sebagai Pengobat Rindu

Kepergian Adnan untuk selamanya tak disangka oleh keluarga besar sang siswa MTsN 19 itu.

Duka mendalam pun masih dirasakan sang adik, Usen.

Ada peristiwa yang menyayat hati para pelayat yang hadir di lokasi, yakni adik Adnan, Usen menghampiri keranda milik kakanya dan kemudian menangis terisak di dekatnya. 

Melihat hal tersebut, ayahnya Adnan, Acep Efendi segera menghampiri putra keduanya tersebut dan memeluknya dengan erat. 

Tangis pelayat pun turut pecah melihat kejadian haru tersebut, sebab betapa kuatnya hubungan emosial antara ayah dan anaknya. 

Terlebih hubungan antara Usen dan Kakanya, ia terlihat begitu tidak rela melepaskan kepergian sang kaka. 

Cukup lama bagi Usen menangis di deket keranda milik sang kakak yang akan di salatkan untuk kemudia dimakamkan. 

Baca juga: Cerita Tetangga Adnan Efendi di Depok, Korban Tembok Roboh MTsN 19 itu Jago Main Sepak Bola

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono turut hadir ke rumah duka, ia menyampaikan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya untuk keluarga Muh Adnan Efendi. 

"Adanya dua korban pelajar di Kota Depok, kami sampaikan bela sungkawa yang sebesar besarnya atas musibah yang terjadi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 19. Saya berharap tentunya para korban ini masuk surga, karena meninggal dalam keadaan syahid dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," ucap Imam di rumah duka. 

Imam menambahkan karena Kota Depok berada di wilayah Jabodetabek sehingga banyak warganya yang bersekolah di luar Depok meski begitu, itu bukan halangan untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

"Tetap akan kami berikan santunan. Santunan atas musibah ini juga sudah berikan melalui Dinas Sosial," ungkap Imam. 

Baca juga: Tragedi Tembok Roboh, Tetangga di Depok Kenang Adnan Efendi Sebagai Anak yang Periang

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, tembok pembatas antara sekolah dengan permukiman itu roboh diduga karena tidak kuat menahan luapan air di saat hujan deras terjadi.

“Kejadian bermula saat hujan deras menyebabkan air gorong-gorong meluap dan menggenangi area sekolah MTsN 19,” Ungkap Isnawa

Disebutkan bahwa tembok yang roboh bukan dinding sekolah. Melainkan tembok panggung kegiatan yang berada di lapangan sekolah.

Saat itu Adnan diketahui sedang bermain di area tersebut bersama rekan-rekannya sehingga pada akhirnya tembok tersebut harus roboh dan beberapa siswa yang ada di area tersebut harus tertimpa. (M33) 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved