Selasa, 14 April 2026

Tragedi Kanjuruhan

Bima Sakti Punya Kesan Sendiri Soal Kota Malang Saat Bersama Klub Persema Malang

Pria yang kini menginjak usia usia 46 tahun itu berseragam Persema Malang selama enam musim sejak 2006.

Penulis: Alfarizy Ajie Fadhilah | Editor: Umar Widodo
pssi.org
Bima Sakti punya kenangan sendiri dengan Kota Malang karena pernah merumput bersama Persema Malang pada tahun 2006 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alfarizy AF

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17, Bima Sakti, memiliki hubungan yang erat dengan kota Malang, Jawa Timur.

Hal itu tak lain karena semasa aktif sebagai pesepakbola profesional, Bima Sakti pernah memperkuat salah satu klub dari Malang. Klub tersebut adalah Persema Malang.

Pria yang kini menginjak usia usia 46 tahun itu berseragam Persema Malang selama enam musim sejak 2006.

"Malang ini kota yang indah dan nyaman untuk tempat tinggal. Saya enam tahun di Persema Malang dan secara emosional sangat besar. Saya sampai punya rumah di sana," ucap Bima Sakti.

Hal itu dikatakannya pada sesi jumpa pers seusai timnas  Indonesia  U-17  menang  telak 14-0 atas Guam dalam laga Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/10/2022).

"Malang memang nyaman dan memiliki atmosfer sepak bola yang nyaman," kata Bima Sakti.

"Memang suporter Persema jauh dari Arema, tetapi loyalitas mereka sangat luar biasa, untuk Arema juga," sambungnya.

Lebih lanjut, Bima Sakti tak bisa menutupi rasa sedihnya atas insiden yang terjadi seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

Sejumlah suporter yang kecewa karena kekalahan 2-3 Arema FC dari Persebaya Surabaya pun turun ke lapangan.

Baca juga: Bima Sakti Beberkan Alasan Pilih 23 Pemain Ini Perkuat Timnas Indonesia U-17

Atas kejadian itu lah, Pihak keamanan yang bertugas di Stadion Kanjuruhan lantas menembakkan gas air mata ke arah penonton.

Akibatnya, penonton yang berhamburan pun langsung berdesakan mencari pintu keluar Stadion yang berkapasitas 42 ribuan penonton itu.

"Sedih, semoga tragedi ini jadi pembelajaran buat kita semua sebagai pelatih dan pemain," kata Bima Sakti.

"Kalau bisa suporter lebih respek agar bisa berada dalam satu stadion saling mendukung," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved