Gelar Baksos Bagi Warga Depok, Dokter Ortopedi Beberkan Perbedaan Nyeri Akut dan Nyeri Kronis

Dokter Spesialis Ortopedi jelaskan perbedaan nyeri akut dan nyeri kronis serta perbedaan waktu yang diidap pasien

TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono (batik merah) beserta istri, Etty Maryati Salim (jilbab hitam kacamata) didampingi Direktur Primaya Hospital Depok dr. Hanny Merliana, MARS., (paling kanan kacamata) saat mengunjungi warga Depok yang tengah menjalani perawatan nyeri tulang dalam acara bakti sosial yang diselenggarakan Primaya Hospital Depok, Jalan H Dimun, Cilodong, Kota Depok, Minggu (2/10/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILODONG - Ratusan warga depok menghadiri pemeriksaan kesehatan gratis yang diadakan Primaya Hospital Depok. Kegiatan bakti sosial (Baksos) ini terbuka bagi seluruh warga depok yang mengalami nyeri.

Acara tersebut dihadiri langsung Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono bersama istri Etty Maryati Salim dengan menyaksikan langsung para warga Depok yang terdaftar sebagai pasien Baksos.

Imam yang turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok dr. Mary Liziawati mengucapkan terima kasihnya atas kehadiran Primaya Hospital di Kota Depok yang baru saja beroperasi pada September 2022.

“Tentunya ke depan diharapkan Primaya Hospital dapat turut membantu Pemkot Depok dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat,” papar Imam Budi Hartono saat menghadiri kegiatan Baksos Primaya Hospital Depok, Cilodong, Kota Depok, Minggu (2/10/2022).

 

Simak video terkait berikut ini:

 

Kegiatan Baksos tercatat ada sekitar 497 warga Depok yang mendaftarkan diri dan mendapatkan perawatan secara gratis dalam acara yang berlangsung selama satu hari ini.

Sementara itu, Dokter spesialis ortopedi dr. Alif Noeriyanto Rahman, Sp.OT mengatakan ada beberapa proses skrining yang harus dilalui sebelum akhirnya para pasien mendapat Tindakan.

Yakni dengan pemeriksaan tensi dan fisik, serta intervensi nyeri bagi peserta yang membutuhkan.

dr. Alif Noeriyanto Rahman, Sp.OT., (pegang mic) bersama Direktur Primaya Hospital Depok dr. Hanny Merliana, MARS., (kiri), dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono (batik merah) saat memberikan keterangan terkait penyakit nyeri yang kerap dirasakan masyarakat dalam bakti sosial Primaya Hospital Depok, Jalan H. Dimun, Cilodong, Kota Depok, Minggu (2/10/2022).
dr. Alif Noeriyanto Rahman, Sp.OT., (pegang mic) bersama Direktur Primaya Hospital Depok dr. Hanny Merliana, MARS., (kiri), dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono (batik merah) saat memberikan keterangan terkait penyakit nyeri yang kerap dirasakan masyarakat dalam bakti sosial Primaya Hospital Depok, Jalan H. Dimun, Cilodong, Kota Depok, Minggu (2/10/2022). (TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia)

“Nyeri merupakan pengalaman sensoris dan emotional tidak menyenangkan yang disertai oleh kerusakan jaringan secara potensial dan aktual,” tuturnya kepada wartawan di Rumah Sakit Primaya Hospital Depok, Jalan H Dimun, Cilodong, Kota Depok, Minggu (2/10/2022).

Alif membeberkan bahwa ada dua klasifikasi nyeri secara umum yakni nyeri akut dan nyeri kronis.

Nyeri akut adalah rasa nyeri yang terjadi secara mendadak dan dalam jangka waktu pendek, biasanya beberapa jam atau hari.

“Sementara nyeri kronis merupakan nyeri yang timbul secara perlahan-lahan dan biasanya berlangsung dalam waktu cukup lama yakni lebih dari enam bulan,” pungkasnya.

Baca juga: Imam Budi Hartono Apresiasi Janji Ridwan Kamil Soal Pembangunan Jogging Track di Situ Jatijajar

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved