Liga 1

Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Pengamat: Polisi Tak Bisa Prediksi dan Mencegah Kerusuhan

Bambang mengatakan tragedi di Stadion Kanjuruhan ini bisa tidak terjadi jika panitia serta aparat kepolisian dapat bertindak presisi, prediktif

Penulis: Ramadhan LQ | Editor: murtopo
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Arema FC terancam kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah dalam sisa laga di Liga 1 musim 2022/2023 buntut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam. 

Namun pada kenyataannya, pertandingan yang berujung tragedi itu tetap diselenggarakan oleh panitia pada pukul 20.00 WIB. 

Dalam surat yang dikirimkan 18 September 2022 lalu itu, Polres Malang memohon sejumlah syarat pertandingan Arema FC Vs Persebaya yang berlangsung Minggu (1/10/2022) dalam. 

Dalam permohonan tersebut, Polres Malang sudah memprediksi tentang kerawanan pertandingan sepak bola tersebut. 

Baca juga: Keluarga Korban Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang Berdatangan ke Rumah Sakit Wafa Kepanjen

Hal itu berdasarkan hasil penelusuran intelijen 13 September 2022 lalu. 

Maka dari itu, Polres Malang memohon kepada penyelenggara Liga 1 Indonesia agar memajukan jadwal menjadi lebih sore pukul 15.30 WIB. 

Surat permohonan itu ditandatangani langsung oleh Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Tertulis surat itu juga ditembuskan ke Ketua Umum PSSI Iwan Bule. 

Selain permohonan terkait jadwal yang dimajukan, pada 29 September 2022, Polres Malang juga mengajukan permohonan kedua. 

Permohonan kedua itu diajukan kepada pihak Arema FC agar membatasi pencetakan tiket pertandingan Arema FC Vs Persebaya itu. 

Baca juga: Tragedi Kerurushan Stadion Kanjuruhan Usai Arema FC Vs Persebaya, 127 Orang Meninggal

Polres Malang memohon agar penjualan tiket hanya di angka 38.094 namun pada kenyanyatannya 42 ribut tiket dicetak oleh penyelanggara. 

Surat permohonan Polres Malang itu sesuai dengan pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD. 

Kata Mahfud MD di akun instagramnya, aparat sudah antisipasi dengan melakukan koordinasi dan usul-usulan teknis di lapangan. 

Misalnya agar pertandingan dilaksanakan sore bukan malam dan jumlah penonton disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38 ribu. 

Namun kata Mahfud MD, usul-usul tersebut tidak dilakukan panitia pelaksana yang tampak bersemangat. 

Baca juga: Liga 1 Dihentikan Sepekan Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Usai Laga Arema FC Vs Persebaya

“Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000,” ungkap Mahfud MD Minggu (2/10/2022).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved