Berita UI

Universitas Indonesia UI Gelar FGD Samrt City, Kemenkes Bisa Intervensi Tingkatkan Kualitas Udara

Kemenkes bisa intervensi tingkatkan kualitas udara. Hal itu disampaikan Jubir Vaksin Covid di FGD Smart City yang digelar Universitas Indonesia UI.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Universitas Indonesia UI Gelar FGD Samrt City, Kemenkes Bisa Intervensi Tingkatkan Kualitas Udara 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Universitas Indonesia UI Gelar FGD Samrt City, Kemenkes bisa intervensi tingkatkan kualitas udara.

Universitas Indonesia menggelar Fokus Group Discussion (FGD) dengan tema Pengendalian Kualitas Udara Dalam Ruangan pada Ruang Publik.

Penasihat dan Peneliti Smart City Universitas Indonesia Ahmad Gamal, Direktur Bina Teknik Pemukiman dan Perumahan Kementerian PUPR Dian Irawati, serta Direktur Bina Penataan Bangunan Bobby Ali Azhari.

Baca juga: Peneliti Smart City Universitas Indonesia UI Sebut Kualitas Udara Ruangan Gedung Publik Belum SNI

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pandemi yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun kemungkinan segera berakhir. 

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa pemerintah tidak tergesa-gesa untuk menyatakan bahwa pandemi Covid-19 sudah berakhir di Indonesia.

"Pemerintah belum bisa mengatakan pandemi Covid-19 berakhir. Meskipun masih ada kasus terdeteksi, namun jumlahnya makin terkendali," kata Jubir Vaksin Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, dalam Fokus Group Discussion (FGD) di Hotel Ashley, Jakarta, pada Sabtu (24/9/2022).

Dengan tema “Pengendalian Kualitas Udara Dalam Ruangan pada Ruang Publik”, FGD yang diselenggarakan Smart City Universitas Indonesia ini membahas isu pengendalian Kualitas Udara dalam Ruangan (Indoor Air Quality, IAQ) di Indonesia.

Nadia mengungkapkan bahwa kita harus siap hidup berdampingan dengan Covid-19.

"Kedepannya kita harus siap hidup bersama Covid-19 karena masih adanya mutasi genetik," paparnya.

Baca juga: FEB Universitas Indonesia UI Peringati Dies Natalis ke-72, Hadirkan 4 Unit Kerja Baru

Namun hal ini tidak perlu membuat kita takut karena sudah ditemukan vaksin.

"Saat ini baru 50 juta warga yang sudah melakukan vaksinasi booster, dari 180 juta warga wajib vaksin Covid-19. Akan tetapi saat ini orang tidak panik lagi dengan Covid-19," ucap Nadia.

Meskipun saat ini masih banyak ada orang menggunakan masker, namun kepatuhan protokol kesehatan sudah mulai menurun.

"Kalau diperhatikan di masyarakat saat ini, orang tidak lagi jaga jarak dan mencuci tangan saat masuk ke fasilitas publik. Kita harus waspada. Protokol kesehatan masih penting karena masih ada mutasi virus," jelasnya.

Menurut Nadia, pencegahan Covid-19 harus dilakukan dengan membangun perilaku hidup sehat di masyarakat.

"Salah satu perilaku hidup sehat dengan memperhatikan kualitas udara ruangan. Kementerian Kesehatan memiliki aturan terkait persyaratan kualitas udara dalam rumah. Ini bisa menjadi patokan untuk melakukan intervensi saat kualitas udara dalam ruangan memburuk," tandas Nadia.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved