Kisah Cinta Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi, dari Sebel, Jatuh Cinta Hingga Gugat Cerai

Wanita yang kerap disapa Ambu Anne itu mengaku bertemu Dedi Mulyadi saat pria tersebut menjadi anggota DPRD Purwakarta.

Editor: murtopo
YouTube Warta Kota
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengugat cerai suaminya yang juga anggota DPR RI Dedi Mulyadi. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengugat cerai suaminya yang juga anggota DPR RI Dedi Mulyadi.

Publik dikejutkan dengan informasi Bupati Purwakarta yang menggugat cerai suaminya Dedi Mulyadi.

Bahkan, gugatan cerai tersebut sudah terdaftar dengan nomer register: 1662/Pdt.G/2022/PA.Pwk tertanggal 19 September 2022.

Belum diketahui apa penyebab Anne Ratna Mustika menggugat cerai suaminya. Namun selama menikah sejak tahun 2003, rumah tangga keduanya jarang diterpa gosip miring.

Dalam sesi wawancara bersaam Wartakotalive.com pada 7 Mei 2021 lalu, Anne Ratna Mustika pernah mengungkapkan sosok Dedi Mulyadi yang membuatnya jatuh cinta.

Pernyataan Anne Ratna Mustika disampaikan dalam wawancara bersama Wartakotalive.com.

Wanita yang kerap disapa Ambu Anne itu mengaku bertemu Dedi Mulyadi saat pria tersebut menjadi anggota DPRD Purwakarta.

Saat itu, Ambu Anne tinggal di rumah dinas pamannya yang juga merupakan Bupati Purwarkarta kala itu.

Anne dan Dedi kerap bertemu saat anggota DPRD Purwakarta melakukan rapat di rumah dinas Bupati.

Saat itu kata Anne, pandangannya terhadap Dedi ialah sosok yang kritis.

Awalnya, Ibu tiga anak itu sempat sebal dengan Dedi Mulyadi lantaran kerap mengkritik kebijakan yang diambil pamannya sebagai Bupati Purwakarta.

Baca juga: Tak Pernah Diterpa Isu Miring, Bupati Purwakarta Ambu Anne Gugat Cerai Dedi Mulyadi

"Nyebelin deh karena selalu kritisi kebijakan, kayaknya musuhnya para kepala dinas, jadi penasaran juga," jelasnya.

Namun, setelah mengenal Dedi Mulyadi lebih jauh, Anne mulai jatuh cinta. Menurutnya, Dedi Mulyadi ialah sosok pria yang sangat teguh memegang prinsipnya.

Maka dari itu kepimpinan Dedi Mulyadi ialah kepemimpinan ideologis. Berbeda dengan Anne yang masuk ke dalam kepemimpinan akomodatif.

"Nilai plusnya dia sosok yang sangat punya prinsip, makanya kepimpinan ideologi beda dengan saya, kepemimpinan terbuka akomodatif, kalau suami saya enggak orangnya sangat punya prinsip, kalau sudah yakin A dia perjuangkan itu," bebernya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved