Kriminalitas

Stop Kekerasan Antar Pelajar, Tawuran dan Bullying Pengaruhi Psikologis & Proses Belajar Siswa

Stop Kekerasan Antar Pelajar, Tawuran dan Bullying Pengaruhi Psikologis & Proses Belajar Siswa

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Suasana penyuluhan terkait tawuran dan bullying yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan Pusat Penyuluhan Bantuan Hukum BPNH RI serta Polres Metro Jakarta Selatan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (14/9/2022).  

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Aksi tawuran antar pelajar terus berulang.

Begitu juga dengan bullying di sekolah. 

"Tawuran bahkan dianggap sebagai ajang unjuk kekuatan di antara pelajar, " kata Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Jakarta Selatan, Dedy Rohedi di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada Rabu (14/9/2022). 

 

Dedy melanjutkan, bullying fisik maupun bullying non fisik bisa berdampak negatif terhadap psikologis siswa. 

 

Kondisi tersebut, kata Dedy, bisa mempengaruhi proses belajar siswa di sekolah. 

Karena itu, Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan Pusat Penyuluhan Bantuan Hukum BPNH RI serta Polres Metro Jakarta Selatan terus memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang bullying dan tawuran kepada pelajar. 

 

Kegiatan tersebut diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum para pelajar dan guru. 

 

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan hukum kepada guru dan siswa sekolah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku," ujarnya. 

 

Secara terpisah, Plt Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho mengatakan, aksi bullying berdampak buruk dengan psikologis pelajar. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved