Harga BBM Naik

Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkot di Kabupaten Bogor Naik Rp 2.000

Penyesuaian tarif ini, lanjut dia, merupakan respons Pemkab Bogor terhadap kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Warta Kota
Ilustrasi angkot. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan Pemkab Bogor telah menerbitkan Keputusan Bupati Bogor Nomor 551.2/264/Kpts/Per-UU/2022 tentang Tarif Angkutan Penumpang Umum. Tarif angkutan umum di Kabupaten Bogor naik menysusul naiknya harga BBM. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hiromimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah pekan lalu berimbas pada naiknya tarif angkutan perkotaan di Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan Pemkab Bogor telah menerbitkan Keputusan Bupati Bogor Nomor 551.2/264/Kpts/Per-UU/2022 tentang Tarif Angkutan Penumpang Umum.

"Tarif angkutan umum di Kabupaten Bogor naik dengan besaran maksimal Rp 2.000," kata Agus, Minggu (11/9/2022).

Penyesuaian tarif ini, lanjut dia, merupakan respons Pemkab Bogor terhadap kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kenaikan tarif angkot ini telah dibahas dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)," ucap Agus.

Mantan Kasatpol PP Kabupaten Bogor ini menjelaskan ada beberapa langkah yang ditempuh Pemkab Bogor dalam  menyikapi kenaikan BBM.

Salah satunya melakukan koordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) sebagai mitra pemerintah daerah.

“Berdasarkan kajian dan hasil musyawarah kita dengan Organda, kita sudah sepakati penyesuaian tarif dirumuskan berdasarkan BOK (Biaya Operasional Kendaraan) yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Bogor," papar Agus.

"Dalam Perbup Bogor, kenaikannya tarif maksimal Rp 2.000. Dengan rincian, kenaikan tarif jarak terdekat Rp.1.000, kenaikan tarif jarak sedang Rp.1.500, yang terjauh Rp.2.000,” jelasnya.

Agus menuturkan, Keputusan Bupati Bogor tersebut telah diterbitkan hari Senin (5/9/2022).

Baca juga: Harga BBM Naik, Pemkot Depok Naikkan Tarif 24 Trayek Angkutan Kota, untuk Tarif Pelajar Rp 3.000

"Aturan ini berlaku hanya untuk angkutan umum lokal saja. Jadi yang ada di wilayah Kabupaten Bogor. Jadi kalau untuk angkutan antar daerah, antar provinsi itu yang mengeluarkan pemerintah provinsi bukan kita," paparnya.

Sejauh ini tidak ada demo, protes, maupun mogok dari supir angkutan kota di Kabupaten Bogor.

"Mudah-mudahan penyesuaian tarif ini bisa diterima pengusaha angkutan serta tidak membebani masyarakat,” tutur Agus.

Baca juga: Harga BBM Naik, Pemkot Depok Naikkan Tarif 24 Trayek Angkutan Kota, untuk Tarif Pelajar Rp 3.000

Agus meminta kepada jajaran Dishub untuk menyosialisasikan penyesuaian tarif ini ke masyarakat. Petugas Dishub juga akan melakukan pengawasan.

“Kalau ada yang tidak sesuai dengan aturan yang kita terbitkan, tentunya nanti ada mekanismenya. Kita lakukan teguran, tapi tidak langsung kepada angkutannya, namun melalui Organda. Itulah pentingnya kita punya mitra seperti Organda,” tandas Agus.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved