Depok Masuk Daerah Imbuhan, Anggota Fraksi PKS Ajak Semua Pihak Minimalisir Penggunaan Air Tanah

Peraturan Menteri ESDM soal Depok jadi daerah imbuhan dikatakan Hafid Nasir menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga konservasi air tanah

TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Komisi B DPRD Kota Depok Fraksi PKS Mohammad Hafid Nasir saat menghadiri seminar Bahaya Penggunaan Air Tanah Berlebihan di Hotel Bumi Wiyata, Kecamatan Beji, Kota Depok, Kamis (8/9/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Anggota Komisi B DPRD Kota Depok Fraksi PKS Mohammad Hafid Nasir berharap seluruh masyarakat dan stakeholder dapat bersama-sama meminimalisir penggunaan air tanah berlebih guna menghindari bahaya dan bencana.

Hal ini dikatakan Hafid seusai menghadiri seminar Bahaya Penggunaan Air Tanah Berlebihan yang diusung PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) bekerjasama dengan TribunnewsDepok.com di Hotel Bumi Wiyata, Kecamatan Beji, Kota Depok, Kamis (8/9/2022).

“Saya mendukung seminar ini agar menjadi kolaborasi, sinkronisasi dan juga duduk bareng dengan naras umber dari Kementerian ESDM, KemenPUPR, Dinkes, dan juga BRIN,” ujar Hafid kepada TribunnewsDepok.com seusai acara.

Dari paparan yang dijelaskan para narasumber tersebut, Hafid mengatakan sudah seharusnya masyarakat dan seluruh para pemangku kepentingan termasuk pelaku usaha untuk dapat mengetahui dampak dari penggunaan air tanah secara berlebih.

Baca juga: Pelanggan Baru Capai 16 Persen, Sekda Depok Minta Hotel dan Restoran Jadi Pelanggan Tirta Asasta

Sebab, bicara lingkungan dikatakan politisi PKS Kota Depok ini menjadi tanggung jawab semua pihak demi keberlangsungan hidup yang lebih baik ke depannya.

“Terkait Peraturan Menteri ESDM Nomor 165 tentang penetapan zona konservasi pada cekungan air tanah, di mana Depok menjadi daerah imbuhan, tentu harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Depok untuk seluruh masyarakat dan juga instansi pemerintah, swasta, serta badan usaha untuk tidak menggunakan air tanah juga turut dibahas Hafid.

Baca juga: Gelar Seminar, Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok Ajak Masyarakat Sadar Lingkungan

Menurutnya, dengan adanya SE tersebut, seluruh pihak harus bisa memanfaatkan air permukaan atau layanan air bersih yang dikelola PT Tirta Asasta Depok.

Pentingnya kerjasama pentahelix yakni pemerintah baik pusat, provinsi, maupun daerah, akademisi, media, dan LSM serta semua pihak dikatakan Hafid harus menjadi sebuah kolaborasi dalam meminimalisir bahaya dari penggunaan air tanah secara berlebih.

“Seminar ini bentuk kolaborasi, mudah-mudahan ke depan kerja-kerja efektif bisa dilakukan seluruh stakeholder yang peduli dengan penggunaan air tanah,” paparnya.

“Pesan saya buat PT Tirta Asasta Depok agar kegiatan ini memberikan rencana ke depan bagaimana meminimalisi penggunaan air tanah secara berlebihan.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved