Bencana Alam

Waspada Cuaca Ekstrem, Ada 122 Bencana Alam Terjadi di Kota Bogor Selama Agustus 2022

Waspada Cuaca Ekstrem, Ada 122 Bencana Alam Terjadi di Kota Bogor Selama Agustus 2022

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau proses evakuasi pohon tumbang di wilayah Cidangniang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat pada Minggu (4/9/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat ada sebanyak 122 bencana alam terjadi di Kota Bogor sepanjang Agustus 2022.

Berdasarkan catatan, 122 total kejadian itu, terdiri dari 73 titik tanah longsor, 8 titik banjir, 3 angin kencang, 18 bangunan roboh, 1 kebakaran, 17 pohon tumbang, dan 1 penyelamatan hewan. 

 

"Tanah longsor menjadi tren kejadian pada bulan Agustus karena intensitas hujan yang cukup tinggi, khususnya pada sore hari menjelang malam yang terjadi pada Minggu terakhir," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Theofilo Patrocinio pada Rabu (7/9/2022).

 

"Hujan disertai angin kencang menjadi penyebab terjadinya bangunan roboh pada beberapa bangunan," tambahnya. 

Theo pula menuturkan untuk kejadian banjir pada bulan Agustus mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

 

Sementara itu BPBD mencatat bahwa dari bencana tersebut 461 jiwa terdampak dari 227 KK. 

 

"Korban jiwa satu, yakni korban hanyut yang terjadi di sungai Ciliwung perumahan Graha Grande," jelas Theo. 

 

Sementara untuk korban luka ringan tercatat ada 7 jiwa yang disebabkan oleh tembok roboh. 

Baca juga: Jadwal Pertandingan Babak Penyisihan Grup Piala Dunia Qatar 2022, Mulai Bergulir 20 November

Baca juga: Jajal Pengalaman Baru, Raline Shah Jadi Narator Film Dokumenter Eating Our Way To Extinction

Hujan dan angin kencang beberapa belakang ini masih terjadi di bulan September 2022 maka dari itu melalui BPBD Kota Bogor, Theo menghimbau warga untuk melakukan mitigasi di wilayah masing-masing yang memiliki potensi bahaya. 

 

"Dengan harapan agar dapat diminimalisir. Misalnya, gorong -gorong tersumbat, sampah menumpuk yang berpengaruh pada potensi banjir untuk bisa dengan segera dibersihkan secara mandiri," ucap Theo

 

"atau posisi masyarakat yang berada dibawah tebing tebingan yang berpotensi longsor agar lebih meningkatkan kewaspadaannya. Apabila hujan deras mereka dapat segera dapat melakukan evakuasi mandiri dulu, agar tidak menimbulkan korban jiwa," Tutupnya. 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved