Arema FC

Javier Roca Gantikan Posisi Eduardo Almeida Tangani Arema FC dan Janjikan Terapkan Gaya Malangan

Javier Roca sendiri mengawali karir kepelatihannya di Indonesia bersama Persik Kediri sejak musim lalu sampai awal musim ini.

Editor: Umar Widodo
aremafc.com
Manajer Arema FC, Ali Rifki menyaksikan penandatangan kontrak Javier Roca yang resmi menjadi pelatih kepala tim Arema FC, Selasa (6/9/2022) sore. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Tim Arema FC secara resmi menunjuk Javier Roca sebagai pelatih baru, Selasa (6/9/2022) sore.

Penunjukan pelatih baru ini hanya berjarak satu hari setelah manajemen mengakhiri kerja sama dengan Eduardo Almeida.

"Setelah diskusi dengan petinggi klub, presiden, dan dewan direksi, akhirnya manajemen Arema menunjuk Javier Roca jadi juru taktik selama kompetisi 2022/2023," kata Manajer Arema FC Ali Rifki.

Dia menjelaskan, penunjukan pelatih anyar yang terbilang cepat ini sudah dipertimbangkan secara matang.

Menurutnya, semakin cepat seorang pelatih baru menangani tim, maka semakin baik.

Disamping itu, tuntutan yang diminta oleh klub kepada pelatih asal Chile sudah tersampaikan dengan jelas.

Begitu pula ia menyanggupi tuntutan itu tanpa perlu banyak waktu untuk berpikir.

"Ini bukan masalah cepat atau bagaimana kami memutuskan. Para petinggi klub sudah komunikasi beberapa hari dan kami menyadari bahwa kondisi klub tanpa pelatih itu kurang maksimal. Jadi kami ambil langkah cepat dan tegas," ujar M Ali Rifki.

"Ini semua demi permainan dan hasil yang baik ke depannya. Jangan sampai tim tanpa pelatih ini seperti ayam kehilangan induknya," sambungnya.

Javier Roca sendiri mengawali karir kepelatihannya di Indonesia bersama Persik Kediri sejak musim lalu sampai awal musim ini.

Baca juga: Javier Roca: Persik Takluk dari Persija, Ini Tanggung Jawab Saya

Namun sejak pekan ke-4 lalu, kebersamaannya dengan tim berjuluk Macan Putih berakhir.

Rententan hasil buruk yang diperoleh, termasuk minimnya gol yang tercipta, jadi alasan penghentiannya.

Bersama Arema FC, pelatih berusia 45 tahun ini dituntut untuk bisa mengaplikasikan gaya main Malangan atau khas Malang yang dirindukan penggemar.

"Saya bilang tuntutan Aremania itu adalah bermain gaya Malangan. Dan dia jawah siap karena merasa dirinya memang seperti itu. Dia siap mewujudkannya dengan pemain yang ada," kata M Ali Rifki mengakhiri.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved