Persija Jakarta

Thomas Doll Ceritakan Perjuangannya Sebagai Pemain Bola Tahun 80 Hingga 90-an di Eropa

Thomas Doll pernah bermain di klub besar Eropa seperti Hamburg SV dan SS Lazio. Namun dirinya sempat memiliki masa yang berat sebagai pemain.

Editor: Umar Widodo
Persija.id
Thomas Doll pelatih Persija Jakarta hingga laga pekan ke-8 sukses membawa Persija Jakarta di trek yang benar kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 dengan raihan 5 kemenangan, 2 draw dan satu kali kalah. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll mulai menunjukkan taringnya di kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 yang juga musim perdananya sebagai pelatih.

Dari delapan laga yang dipimpinnya, Macan Kemayoran sukses meraih lima kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya menelan satu kekalahan.

Hebatnya lagi, empat laga terakhir dilalui dengan sapu bersih poin, yaitu menang atas Rans Nusantara (3-0), Persita (1-0), Arema FC (1-0), dan Bhayangkara FC (2-1).

Di area taktikal, Thomas berhasil mengubah gaya permainan Macan Kemayoran dan berefek positif.

Di luar lapangan, Thomas memberikan kesan yang hangat. Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut ramah pada fans dan awak media. 

Menurut Thomas, karakternya saat ini tak lepas dari kehidupannya di masa lalu saat masih berkarier sebagai pesepak bola.

Ia mengungkapkan kehidupannya sebagai pesepak bola dahulu memiliki tantangan yang lebih kompleks dibandingkan masa sekarang.

“Menurut saya kehidupan pemain sepak bola di akhir tahun 80-an dan 90-an lebih berat dari sekarang. Saya harus terpisah jauh dari istri dan anak. Dalam beberapa minggu saya pernah hanya dua hari berada di rumah dan sisanya saya mengikuti TC (training camp) bersama klub. Saya pun melakukan hal yang sama saat persiapan Olimpiade bersama Jerman Timur ataupun Piala Eropa 1992 setelah Jerman sudah melakukan reunifikasi,” ucap Thomas dilansir dari laman resmi klub, Senin (5/9/2022).

Kerja keras Thomas jauh dari keluarganya memang membuahkan hasil. Salah satunya dia berhasil membawa Jerman ke final Piala Eropa 1992.

Kendati Jerman harus kalah di final oleh Denmark pada saat itu, tapi Thomas merasa mempunyai kebanggaan tersendiri.

“Tapi perlu dikatakan memang kerja keras saya terbayar. Selain kemampuan bermain yang meningkat, saya sangat bangga bisa bermain dengan Timnas Jerman. Saya pun sempat bermain di beberapa klub besar Jerman sepanjang karier saya,” katanya melanjutkan.

Baca juga: Reaksi Thomas Doll saat Shin Tae-yong Datang di Pertandingan Persija Vs Bhayangkara FC

Baca juga: Thomas Doll Senang Pemain Persija Sudah Paham Strateginya dan Terbiasa Main dengan 3 Bek

Thomas berhasil meraih dua gelar DDR-Oberliga (Divisi tertinggi Jerman Timur) pada musim 1986-1987 dan 1987-1988 secara beruntun dan Piala DDR pada musim 1987-1988 dan 1988-1989 juga secara beruntun.

Ia pun pernah bermain di klub besar Eropa seperti Hamburg SV dan SS Lazio. Namun dirinya sempat memiliki masa yang berat sebagai pemain.

“Di antara pengalaman saya sebagai pesepak bola profesional, mungkin Entracht Frankfut menjadi klub yang kurang berkesan bagi saya. Pada saat itu saya sering mengalami cedera sehingga hanya mendapat waktu bermain yang sedikit,” tutur Thomas.

Kini dia mengaku kehidupannya sebagai pelatih bisa membuatnya lebih dekat dengan keluarga.

Karena seperti yang diketahui, istri dan anaknya yang berumur sepuluh bulan ikut menetap bersama Thomas di Jakarta.

“Menurut saya kehidupan sebagai pelatih lebih tenang dibandingkan saat saya masih aktif sebagai pemain. Sekarang istri dan anak saya sudah ikut tinggal di Jakarta. Jadi kami bisa lebih sering menikmati waktu bersama walaupun sekedar pergi belanja ke Mal Pondok Indah dan Gandaria City,” ujar Thomas.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved