Berita Nasional

Hanya Untungkan Aplikator, Subsidi Transportasi Online Imbas Kenaikan BBM Dianggap Kurang Tepat

Hanya Untungkan Aplikator, Subsidi Transportasi Online Imbas Kenaikan BBM Dianggap Kurang Tepat

Editor: Dwi Rizki
Biro Pers Setpres
Menteri Keuangan Sri Mulyani umumkan pengalihan subsidi BBM seusai rapat dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Senin (29/8/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Subsidi untuk transportasi online imbas kenaikan BBM bersubidi dianggap kurang tepat.

Bahkan pendelegasian anggaran subsidi transportasi umum ke daerah dinilai rawan penyelewengan.

 

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah daerah diminta menyisihkan dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp 2,17 triliun untuk susidi di sektor transportasi dan perlindungan sosial tambahan.

Sektor transportasi akan diberikan untuk bantuan angkutan umum, ojek online dan nelayan.

Kata dia, subsidi itu rawan disalahgunakan jika diberikan kepada pengemudi online, karena basis data mereka tidak ada.

Hingga sekarang, pemerintah tidak memiliki data jumlah driver online karena tidak diberikan oleh aplikator.

 

“Transportasi online bisnis gagal karena driver (pengemudi) nya kerap mengeluh dan demo,” ujar Djoko berdasarkan keterangannya pada Senin (5/9/2022).

 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved