Berita Nasional

Harga BBM Bersubsidi Naik, Sandiaga Uno Imbau Pelaku Parekraf Hitung Ulang Biaya Produksi

Sektor Parekraf Turut Terimbas Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Sandiaga Uno Minta Pelaku Usaha Hitung Ulang Biaya Produksi

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno memberikan sambutan di event 'High-level Thematic Debate on Tourism' yang diadakan oleh United Nations General Assembly Hall, New York Amerika Serikat, Rabu (4/5/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Pemerintah resmi mengumumkan penyesuaian atau realokasi dan reorientasi dari subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), yakni Pertalite dan solar terhitung pada Sabtu (4/9/2022).

Pertalite dipatok seharga Rp 10.000 per liter, sedangkan solar seharga Rp 6.800 per liter.

Terkait hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno meminta para pelaku usaha menghitung secara tepat ongkos produksi.

Tujuannya agar biaya produksi semakin efisien, mengingat kenaikan harga BBM bersubsidi diprediksi memicu kenaikan harga produk pariwisata dan ekonomi kreatif sekitar 10-20 persen.

"Kami sedang menghitung dampak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap kenaikan BBM dan ini harus disikapi dengan langkah-langkah mitigasi, agar tidak semakin meningkat produk-produk ekonomi kreatif," ungkap Sandiaga Uno.

“Jadi ini perlu kita sikapi, bahwa pemerintah hadir memberikan solusi, memberikan pendampingan dan fasilitasi agar pelaku ekraf ini bisa melalui saat-saat yang sulit ini," katanya.

Sandiaga Uno juga menjelaskan salah satu langkah yang dihadirkan pemerintah adalah memberi insentif.

Baca juga: Bentrokan Antar Pemuda di Manggarai Pecah, Para Pemuda Saling Serang Pakai Petasan dan Senjata Tajam

Baca juga: Jalin Silaturahmi, Jajaran Pemkot Jaksel Mancing Bareng Dalam Fun Fishing Wali Kota Cup 2022

Sebab, diperkirakannya masyarakat, khususnya para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif akan menghadapi kesulitan dalam beberapa bulan mendatang.

“Namun kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus turun ke lapangan, memberikan masukan namun jika membutuhkan bantuan sosial tentu akan kita percepat prosesnya,” katanya.

 

Bersamaan dengan hal tersebut, Sandiaga Uno memberikan tips kepada para pelaku parekraf untuk menyikapi kenaikan harga BBM.

Di antaranya menghitung secara cermat biaya produksi, sehingga memastikan harga jual produk pariwisata dan ekonomi kreatif mengikuti daya beli masyarakat. 

“Kemudian para pelaku parekraf juga harus perluas jejaring, perkuat sisi keuangan membangunpermodalan keuangan bisa kita hadirkan,” ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved