Breaking News:

Depok Hari Ini

Ade Supriyatna Sebut Calon Pengantin yang Tersertifikasi Jadi Kebanggaan Orang Tua, Idaman mertua

Para calon pengantin yang tersertifikasi memiliki pemahaman mendasar dan kesiapan mental dalam membangun keluarga berkualitas

TribunnewsDepok.com/dok. Pribadi
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Fraksi PKS, Ade Supriyatna 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS Ade Supriyatna mendukung dibukanya pendaftaran Sekolah Pra Nikah (SPN) Angkatan 26 yang berlangsung pada 30-31 Agustus 2022.

Menurut dewan yang masuk dalam Komisi D ini, kegiatan tersebut sangat penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga.

“Jangan bicara soal ketahanan nasional, kalau ketahanan keluarga saja enggak pernah disentuh dan sekolah pra nikah merupakan langkah awal dalam mewujudkan ketahanan keluarga,” paparnya kepada TribunnewsDepok.com, Jumat (2/9/2022).

Selain itu, kegiatan yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), sebagai bagian dari tindak lanjut amanah peraturan daerah Kota Depok Nomor 9 Tahun 2017.

Baca juga: VIDEO : DEPOK HARI INI Fraksi PKS Depok Kawal Wali Kota Ciptakan Ribuan Wirausaha

Perda Kota Depok tersebut berisikan tentang peningkatan ketahanan keluarga.

Politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD ini juga menggagas semacam sertifikasi calon mempelai.

Gagasan tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara DP3AP2KB dengan Kementerian Agama Kota Depok untuk menciptakan calon pengantin yang mempunyai visi keluarga tangguh, harmonis, dan religius.

Baca juga: Jaring Kalangan Muda, PKS Depok Optimis Menangkan Pemilu 2024 Mendatang

“Pembekalan calon karyawan untuk masuk dunia kerja saja cukup panjang, mulai dari kemampuan dasar, psikologi, kepemimpinan, apalagi mempersiapkan keluarga yang akan melahirkan generasi baru untuk kepemimpinan di masa yang akan datang,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ades ini berharap, nantinya para calon pengantin yang tersertifikasi memiliki pemahaman mendasar dan kesiapan mental dalam membangun keluarga berkualitas.

Pada tahap selanjutnya, keluarga muda ini tidak berhenti terus membangun kapasitasnya dengan mengikuti pendidikan keorangtuaan atau parenting, pengelolaan keuangan keluarga, penjurusan minat dan bakat anak, dan lain sebagainya.

“Calon pengantin tersertifikasi ini bisa jadi kebanggan orang tua dan idaman mertua,” tandasnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved