Berita Nasional

Fokus Aspek Keamanan, MTI Ingatkan Pemerintah Harus Teliti Pilih Trase Kereta Gantung di IKN

Fokus Aspek Keamanan, MTI Ingatkan Pemerintah Harus Teliti Pilih Trase Kereta Gantung di IKN

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
kereta gantung di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah merancang sejumlah jalur kereta api yang akan dibangun di Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Provinsi Kalimantan Timur sesuai kebutuhan mobilitas orang dan barang.

Jenis kereta yang dibangun beragam, mulai dari kereta gantung, kereta perkotaan, kereta antarkota dan kereta Trans Kalimantan.

Meski kereta gantung telah dipakai Indonesia di sejumlah tempat wisata, namun penggunaan konsep transportasi ini menjadi hal baru bagi IKN Nusantara.

Karena itu, Pemerintah Indonesia harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam memilih trase yang akan dibangun.

“Ini dengan memperhatikan aspek keamanan kepala pemerintahan, pejabat negara dan diplomat asing, karena menyangkut keberadaan Istana Negara sebagai tempat tinggal Presiden dan keluarga,” kata Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno pada Sabtu (13/8/2022). 

Dia mengatakan, IKN memiliki luas 324.331 hektar dan berada di sebelah utara Kota Balikpapan dan di sebelah selatan Kota Samarinda.

Rincian wilayahnya antara lain, 256.142 hektar terdiri dari daratan dan 68.189 hektar perairan.

Baca juga: Razia Tiga Hotel, Satpol PP Tangsel Jaring Belasan PSK dan Pasangan Kumpul Kebo

Baca juga: Semarakkan HUT ke-77 RI, Pemkab Bekasi Gelar Pameran dan Pesta Rakyat Kabupaten Bekasi 2022

Mengutip lampiran Undang-Undang Nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, kata dia, konektivitas kereta api regional, penilaian pada tingkat konsep mengenai potensi koridor kereta api dari Balikpapan ke IKN telah mempertimbangkan beberapa aspek.

Pertama pertimbangan lingkungan, sosial, dan rekayasa teknis.

Alinyemen koridor pada tingkat konsep telah disempurnakan untuk menghindari atau memitigasi kendala lingkungan dan sosial.

Kedua, konektivitas sistem transit menghubungkan pelabuhan, bandar udara (bandara), Kota Balikpapan, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kawasan Ibu Kota Negara (KIKN), dan Kawasan Pengembangan Ibu Kota Negara (KPIKN) untuk mengintegrasikan pusat-pusat kegiatan di tiga kota.

“Ketiga, selain konektivitas rel kereta api, konsep rel juga mencakup konektivitas rel regional untuk transportasi barang antara gerbang utama, seperti pelabuhan dengan kawasan industri,” jelasnya.

Dikutip dari Kompas.com, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas membeberkan wacana kereta gantung jadi moda transportasi alternatif di Indonesia, terutama di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Untuk itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengunjungi Stevenson Fishing Port, Harbour Flight Centre, dan Boeing di Amerika Serikat (AS).

Di sana, Bappenas mempelajari regulasi pengembangan kereta gantung, seaplane, dan pesawat jarak menengah.

Suharso bilang kunjungan tersebut dalam rangka mengembangkan moda transportasi alternatif di Indonesia, terutama di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Suharso mengatakan, upaya pembangunan kereta gantung masih terhambat, terutama aspek skema pembiayaan dan isu pemanfaatan ruang udara.

“Saat ini sedang dilakukan penjajakan kesesuaian kereta gantung sebagai angkutan perkotaan di IKN dan pariwisata, termasuk kesesuaian aspek topografi wilayah serta added advantage berupa panorama kota,” katanya.

“Pemerintah juga sedang menelaah pengembangan kereta gantung yang terintegrasi dengan rencana induk dan sistem transportasi perkotaan di IKN,” lanjutnya melalui keterangan tertulis, Minggu (24/7/2022). 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved