Depok Hari Ini

Depok Hari Ini, Bendahara Dinas Damkar Depok Jadi Tersangka Korupsi dengan Kerugian Negara Rp 1,2 M

Bendahara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok jadi tersangka korupsi pemotongan upah pegawai honorer tahun 2016-2020

TribunnewsDepok.com/dok. Kejari Depok
Bendahara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Acep menggunakan rompi tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejari Depok, Rabu (10/8/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 7 jam, Bendahara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Acep resmi ditahan pada Rabu (10/8/2022) sore.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Depok Mochtar Arifin mengatakan, Acep diperiksa sebagai tersangka dugaan korupsi di DPKP Kota Depok.

Kedatangan Acep dikatakan Mochtar Arifin guna memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka sejak pukul 10.00 WIB dihari yang sama di Kejari Depok, Cilodong, Kota Depok.

"Hari ini saudara Acep datang memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka. Selanjutnya pada pukul 17.00 WIB Acep dibawa ke Rutan Cilodong, Depok," papar Mochtar Arifin kepada wartawan, Rabu (10/8/2022). 

Baca juga: Titik Nurhayati Mantan Ketua KPU Kota Depok Dijebloskan ke Penjara, Diduga Korupsi Dana Pilkada 2015

Acep ditahan lantaran diduga korupsi uang negara dari hasil memotong upah pegawai honorer di DPKP Kota Depok tahun 2016-2020.

Proses pemeriksaan terhadap dirinya pun berujung penahanan di Rutan Cilodong, Kota Depok terhitung mulai hari ini.

"Tersangka Acep ditahan selama 20 hari, terhitung sejak 10-30 Agustus 2022," ujarnya.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi Dana Bencana Alam, Sekretaris Disdagin Kabupaten Bogor Masih Aktif Bekerja

Sebelum menjebloskan tersangka Acep ke Rutan Cilodong, pihak Kejari Depok lebih dulu melengkapi administrasi dan memeriksa kesehatan Acep.

"Pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan hasilnya semua normal," kata Mochtar.

Dengan status barunya itu, warga Rangkapan Jaya, Kota Depok ini resmi menggunakan rompi merah sebagai tahanan korupsi dan menuju Rutan Cilodong dengan menumpang mobil tahanan milik Kejaksaan.

Uang yang disunat Acep dikatakan Mochtar merupakan upah pegawai honorer tahun 2016-2020 yang berasal dari APBD Kota Depok.

Baca juga: Terseret Kasus Korupsi & Sempat Jadi Buronan KPK, Ini Sosok Mardani Maming, Pernah Raih WTP dari BPK

Hasil penyelidikan yang dilakukan Kejari Depok didapati adanya perbuatan melawan hukum atas tindakan yang dilakukan tersangka Acep

Acep dinilai melanggar ketentuan yang berlaku hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.2 miliar. 

Pria yang rambutnya didominasi warna putih dari uban ini pun dijerat pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b subsider pasal 3 ayat (1) huruf b atau pasal 8 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved