Kriminalitas

Bharada E dan Irjen Ferdy Sambo Harus Dipisahkan dari Ruangan Khusus Demi Menuntaskan Perkara

Kuasa Hukum Bharada E, Burhanuddin mengatakan, kliennya tidak bisa di tempatkan satu ruangan dengan perwira lainnya.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Umar Widodo
HO
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Irjen Ferdy Sambo bersama ajudannya (alm) Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Bharada E harus mendekam dibalik jeruji besi Bareskrim Polri setelah ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Brigadir Yosua alias Brigadri J pada Rabu (3/8/2022) malam.

Namum, Bharada E tidak disatukan dalam ruang sel khusus dengan empat perwira menengah dan pertama.

Selain itu, Bharada E juga dipisahkan dari ruangan mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Kuasa Hukum Bharada E, Burhanuddin mengatakan, kliennya tidak bisa di tempatkan satu ruangan dengan perwira lainnya.

"Jadi untuk kepentingan Bharada E ini juga harus di tuntaskan semua mau di proses bersama saksi saksi lain seperti itu," ucapnya Minggu (7/8/2022).

Pengacara Bharada E yang baru, Muhammad Burhanuddin (kiri)
Pengacara Bharada E yang baru, Muhammad Burhanuddin (kiri) dan Bharada E (kanan).

Bharada E berada di rumah tahanan Bareskrim Polri dan Irjen Ferdy Sambo di ruang khusus Mako Brimob Kelapa Dua Depok karena melanggar kode etik.

Dengan begitu, proses pemeriksaan akan berjalan masing-masing dan apakah Ferdy Sambo terlibat dalam pembunuhan Brigadir Yosua, ia tak bisa menyebutkan.

"Kemarin dia sudah lega banget gitu, sudah plong (Bharada E)," tegas Burhanuddin.

Sebelumnya, Kuasa hukum Bharada Eliezer alias Bharada E, Burhanuddin mengaku, kliennya sudah mengisi berita acara pemeriksaan (BAP) di Bareskrim Polri pada Sabtu (6/8/2022) kemarin.

Dalam keterangannya, Bharada E menyebut beberapa orang saat terjadi insiden penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca juga: Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J, Ini Alasan Bharada E Tak Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Baca juga: VIDEO : Untuk Ketiga Kalinya, Presiden Jokowi Minta Usut Tuntas dan Transparan Kasus Brigadir J

Namun, Burhanuddin enggan beberkan nama yang disebutkan kliennya dalam BAP tersebut.

"Enggak bisa jangan mulai karena kan itu kepentingan penyidikan saya belum bisa publish. Intinya sudah terang benderang sih dari semalam dengan adanya pengakuan dari Bharada E," kata Burhanuddin saat dikonfirmasi Minggu (7/8/2022).

Menurutnya, kematian Brigadir Yosua alias Brigadir J bukan Bharada E saja pelakunya.

Ada beberapa nama yang disebutkan sebagai pelaku pembunuhan saat jalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.

Sehingga, ia meminta bantuan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) setelah kliennya mengungkap beberapa nama.

Ia tidak bisa menyampaikan informasi nama tersebut karena ingin Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo yang beberkan ke publik.

"Ya intinya seputar apa yang dia ketahui tentang kejadian itu sudah dia ungkapkan di sana. Beda bersih-bersih yang lama itu yang beredar, ini sudah yang benar," terangnya.(m26)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved