Kadid Humas PMJ: Tidak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Hentikan Kasus Bansos yang Ditimbun di Depok

Polisi mengatakan, alasan kasus tersebut dihentikan karena tidak menemukan unsur pidana dalam kasus itu.

Penulis: Ramadhan LQ | Editor: Umar Widodo
Warta Kota/Ramadhan L Q
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis (kiri) memberikan keterangan kasus dugaan penimbunan beras bantuan sosial (bansos) di Depok, Jawa Barat, dinyatakan selesai. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kasus dugaan penimbunan beras bantuan sosial (bansos) di Depok, Jawa Barat, dinyatakan selesai.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis.

"Kami hentikan (kasusnya)," ujarnya, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Polisi mengatakan, alasan kasus tersebut dihentikan karena tidak menemukan unsur pidana dalam kasus itu.

"Hasil pemeriksaan sampat saat ini tidak ditemukan unsur pidana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, pada waktu yang sama.

Zulpan mengatakan, beras bansos itu merupakan program bantuan dari Presiden untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di Jabodetabek.

Anggota DPRD Kota Depok Qonita Lutfiyah (jilbab pink kacamata hitam) dan Turiman (kemeja lengan panjang menunjuk) saat menyambangi lokasi kuburan beras bansos di Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (4/8/2022).
Anggota DPRD Kota Depok Qonita Lutfiyah (jilbab pink kacamata hitam) dan Turiman (kemeja lengan panjang menunjuk) saat menyambangi lokasi kuburan beras bansos di Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (4/8/2022). (TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia)

"Bantuan ini dimulai April sampai Desember 2020. Penyalurannya Kemensos bekerjasama dengan Bulog menunjuk vendor melalui mekanisme lelang sebagai penyalur," ujar Zulpan.

"Vendor pemenang bekerja sama dengan JNE untuk salurkan ke masyarakat," sambungnya.

Adapun beras yang ditemukan di Depok tersebut, kata dia, sebanyak 3,4 ton.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan oleh Krimsus Polda Metro Jaya dan Polres Depok.

"Kemudian sudah dilakukan beberapa pemeriksaan terhadap pihak terkait, Kemensos, Bulog, dan PT pemenang untuk distribusikan dan JNE," ujar Zulpan.

Sehingga hasil pemeriksaan sampai saat ini tidak ditemukan adanya unsur pidana.

Baca juga: Depok Hari Ini, Sambangi Lokasi Kuburan Bansos, Anggota DPRD: Masya Allah Baunya

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berencana akan mendatangi lokasi penimbunan beras satu ton di Jalan Tugu Raya, Sukamajaya, Depok, Jawa Barat pada Rabu (3/8/2022).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved