Depok Hari Ini

Depok Hari Ini, Kasus Kuburan Bansos Dihentikan, Pemilik Lahan Berharap Bareskim Tegakkan Hukum

Pemilik lahan tempat kuburan beras bansos di Kota Depok tidak kecewa Polda Metro Jaya menghentikan penyelidikan lantaran tak ada unsur pidana

TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Anggota DPRD Kota Depok Qonita Lutfiyah (jilbab pink kacamata hitam) dan Turiman (kemeja lengan panjang menunjuk) saat menyambangi lokasi kuburan beras bansos di Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (4/8/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SUKMAJAYA - Pemilik lahan tempat ditemukannya 3,4 ton beras bantuan sosial (bansos) di Kota Depok, Rudi Samin mengaku tak masalah bila kasus yang ditangani Polda Metro Jaya tersebut dihentikan penyelidikannya.

Menurut Rudi, dirinya hanya sebagai penemu dari barang yang sempat viral di dunia maya pada pekan lalu.

Mengenai ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus yang terjadi di lahan seluas 6.000 meter, Rudi mengatakan itu adalah urusan polisi.

“Jadi enggak apa-apa kalau Polda Metro menghentikan karena tidak ada unsur pidananya, itukan menurut Polda, ya monggo-monggo saja,” tegasnya kepada wartawan di lokasi kuburan beras bansos, Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (4/8/2022).

 

Simak video lengkapnya berikut ini:

 

Rudi mengatakan walaupun Polda Metro Jaya menghentikan lantaran tak adanya kerugian atau pidana, namun kasus tersebut masih berjalan di Mabel Polri.

“Polda Metro Jaya menghentikan tapi untuk UUD Pangan di Mabes Polri tetap lanjut sampai hari ini. Saya sudah koordinasi, hari ini juga ada pemeriksaan,” katanya.

Dirinya pun mengaku tidak kecewa atas dihentikannya kasus tersebut oleh Polda Metro Jaya, sebab, hal itu sudah diprediksi olehnya.

Baca juga: Kadid Humas PMJ: Tidak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Hentikan Kasus Bansos yang Ditimbun di Depok

“Tidak (kecewa), kenapa harus kecewa, kalau dipandang secara hukum tidak bisa ya untuk apa dilanjutkan?” pungkasnya.

“Kan dari awal saya sudah prediksi kasus ini tidak akan jalan, karena apa? Melibatkan dua institusi pemerintah yaitu BULOG dan perusahaan yang dapat tender SSI dan ditambah Kemensos,” paparnya.

Sebagai orang yang pertama kai menemukan adanya kuburan beras bansos itu, Rudi Samin berharap kasus yang ada di Bareskrim Mabes Polri bisa tetap berjalan meski Polda Metro Jaya menghentikan.

Baca juga: Ditemukan Tumpukan Karung Berisi Beras dan Tepung Bansos Presiden pada Sebuah Lahan di Depok

"Harapan saya ke bareskrim ya tegakkan hukum yang benar. Kalau memang salah ya salah, kalau tidak ya hentikan, itu harapan saya," cetusnya.

“Jangan istilahnya yang memang seharusnya dijerat dengan undang-undang pangan terbukti menjadi tidak terbukti,” imbuhnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved