Jakarta International Stadium

Gilbert Simanjuntak Pertanyakan Pembangunan JIS Rp 4,5 Triliun yang Masih Banyak Kekurangan 

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak mempertanyakan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). 

Penulis: Indri Fahra Febrina | Editor: Umar Widodo
ISTIMEWA
Stadion JIS telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari Minggu (24/7/2022) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Indri Fahra Febrina

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja bersama PT Jakarta Propertindo terkait monitoring dan evaluasi pembangunan Jakarta International Stadium. 

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak mempertanyakan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). 

Menurutnya, stadion yang menelan biaya 4,5 triliun itu merupakan maharakarya yang banyak kekurangan. 

"Sebenarnya yang sedang kita bicarakan ini adalah sebuah mahakarya yang banyak kekurangan. Itu mungkin terminologi yang harus kita gunakan," kata Gilbert di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat pada Selasa (2/8/2022).

Politikus PDI Perjuangan ini melihat banyak kekurangan dalam pembangunan JIS. 

Gilbert Simanjuntak 006
Gilbert Simanjuntak anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta mempertanyakan kualitas pembangunan JIS yang menghabiskan anggaran 4,5 triliun pada rapat kerja bersama Jakpro di Gedung DPRD Kebon Sirih, Selasa (2/8/2022)

Satu di antaranya yaitu robohnya pagar pembatas tribun penonton dalam grand launching JIS (24/7/2022).

"Kalian menggunakan terminologi mahakarya. Disini kita melihat banyak sekali kekurangan. Jadi saya tidak melihat dimana mahakaryanya," ucapnya. 

Gilbert lantas memperhatikan unsur keamanan dalam pembangunan JIS. Ia juga menilai insiden tersebut bakal mempengaruhi JIS ketika disewa masyarakat umum. 

"Itu kan dalam hitung-hitungan bisnis plan nya orang akan sewa. Tetapi orang juga tidak akan mau menyewa karena melihat antusias orang yang datang kurang karena takut," ujarnya. 

Baca juga: Ahmad Riza Patria: Robohnya Tembok Pembatas di JIS Biar Diurus oleh Jakpro

Baca juga: Pagar Tribun Roboh, Politisi PDIP Pertanyakan Kualitas JIS yang Digadang Anies Sebagai Mahakarya

Lebih lanjut, Gilbert juga menyoroti pengecoran JIS yang dinilai asal-asalan.  Ia juga mengatakan, lift di JIS tidak berfungsi dengan baik. 

Tak hanya itu, Gilbert juga merasakan hawa di JIS lebih pengap daripada di Stadion Gelora Bung Karno. 

"Saya merasakan betul, penggap Pak. Beda dengan ventilasi di GBK. Karena ada celah-celah dibelakang itu yang langsung berhubungan dengan udara luar walaupun kecil-kecil," imbuhnya. 

Dalam rapat tersebut, Gilbert mengusulkan apembangunan JIS di audit dan dicek secara total.

"Konstruksi itu kan ada gambar bangunannya. Saya anjurkan itu dicek total," tukasnya. (M35)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved