Universitas Indonesia

FMIPA Universitas Indonesia Beri Penyuluhan di Kelurahan Pondok Cina Soal Pembuatan Hand Sanitizer

Kegiatan Pengmas Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) tersebut digelar di Aula Kelurahan Pondok Cina

Editor: murtopo
Dok Universitas Indonesia
Warga Kelurahan Pondok Cina Beji Depok mendapatkan penyuluhan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) terkait pelatihan dan edukasi terkait proses pembuatan dan mekanisme kerja hand sanitizer. Dr. Munawar Khalil sedang memberikan pemaparan tentang definisi, cara kerja, penggunaan, bahan dan kegunaan, hingga proses pembuatan hand sanitizer. 

Ia menjelaskan, hand sanitizer merupakan cairan pembersih tangan yang praktis dan dapat digunakan dimana saja untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme pada jaringan yang hidup.

Ada dua jenis hand sanitizer yang umum digunakan, yaitu mengandung alkohol dan tidak mengandung alkohol.

“Hand sanitizer dengan kandungan alkohol biasanya menggunakan senyawa etanol, isopropanol, dan n-propanol sebagai bahan aktif. Sedangkan yang tidak mengandung alkohol biasanya menggunakan senyawa ammonium kuartener, benzalkonium klorida, chlorhexidine, iodine, dan triclosan sebagai bahan aktif,” kata Direktur Riset dan Pengembangan UI tersebut.

Hand sanitizer beralkohol sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) dibutuhkan konsentrasi 70 persen yang telah terlarut dengan zat kimia lain.

“Artinya, 70 persen ini telah terlarut dengan air pewangi, dan sejenisnya, nilai kandungan alkoholnya harus 70 persen. Tidak lebih dan tidak kurang. Bila konsentrasi kandungannya melebihi atau kurang dari 70 % maka keefektifan hand sanitizer tersebut berkurang dalam membunuh virus,” ujarnya.

Baca juga: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia UI Memainkan Peran Penting dalam Pengobatan Modern

Dr. Munawar mengimbau peserta agar menggunakan hand sanitizer dengan benar.

Hal itu dimulai dari permukaan telapak dan punggung tangan, meratakan secara menyeluruh pada bagian tangan hingga ke sela – sela jari, dan terpenting membiarkan hand sanitizer kering selama 20 – 30 detik sebelum melanjutkan aktivitas.

Sementara itu hand sanitizer berbahan etanol dan alkohol, diperlukan perhatian khusus agar tidak memicu terjadinya kecelakaan kerja yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dr. Munawar mengingatkan bahaya dari cairan etanol bila akibat kelalaian seseorang dalam menggunakannya.
“Etanol merupakan cairan yang mudah terbakar. Oleh karena itu, jauhkan etanol dari percikan api. Dan jika etanol mengenai mata maka dampaknya bisa menyebabkan iritasi pada mata,” ujarnya.

Baca juga: Bus Listrik Universitas Indonesia Diuji Coba di Jalur Transjakarta Mulai Agustus, Tarifnya Rp 3.500

Hal lainnya yang perlu diketahui oleh peserta dari hand sanitizer adalah cara kerjanya.

Pakar kimia anorganik FMIPA UI itu menjabarkan cara kerja hand sanitizer sebagai berikut:

Pertama-tama saat partikel virus corona menempel pada permukaan kulit membran virus melebur dengan sel membran manusia.

Virus kemudian memperbanyak diri di dalam tubuh manusia.

Fungsi alkohol dalam hal ini bekerja untuk memecah selubung virus sehingga RNA virus di dalam selubung virus menjadi terpisah dan hancur.

Baca juga: Universitas Indonesia Mau Bikin Bus Listrik yang Banyak, Ujicoba di Jalur Tranjakarta Hingga Oktober

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved