Depok Hari Ini

Depok Hari Ini, Saling Lempar Tanggung Jawab, Kemensos RI Bantah Beras yang Terkubur Miliknya

Kemensos RI sidak langsung lokasi ditemukannya beras bansos yang dikubur di Depok dan memastikan bahwa beras tersebut bukanlah bantuan dari presiden

TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Inspektur Jenderal Kemensos RI Dadang Iskandar memegang sisa beras dalam karung yang dikubur di sebuah lahan kosong di Jalan Tugu, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Selasa (2/8/2022) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SUKMAJAYA - Kasus penimbunan beras bantuan presiden yang ditemukan terkubur di sebuah lahan kosong semakin memunculkan polemik di kalangan atas.

Pasalnya, Kementerian Sosial RI yang sebelumnya disebut sebagai pemegang wewenang justru membantah bila beras tersebut miliknya.

Hal itu ditegaskan Dirjen Kemensos RI Dadang Iskandar saat mendatangi langsung lokasi penimbunan yang ada di Jalan Tugu, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Selasa (2/8/2022).

Saat mengecek ke lokasi, Dadang mengatakan sisa karung beras yang ada berukuran 25 kilogram beras kemasan yang sama.

Baca juga: Ditemukan Tumpukan Karung Berisi Beras dan Tepung Bansos Presiden pada Sebuah Lahan di Depok

"Tapi tidak ada tulisan bantuan presiden melalui Kementerian Sosial, sehingga kami duga bansos yang ditimbun bukan milik Kemensos RI," katanya di lokasi, Selasa (2/8/2022).

Dadang juga mengaku pihaknya telah mendatangi kantor pusat JNE yang ada dibilangan Jakarta Barat guna mengonfirmasi terkait perdistribusian beras yang terkubur tepat di seberang gudang JNE yang ada di Depok.

Dadang mengaku bahwa pihaknya tak melalui jasa JNE dalam melakukan pendistribusian bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19 pada 2020 lalu.

Baca juga: Depok Hari Ini, Polisi Mengambil Sampel Beras Bansos yang Ditimbun Untuk Proses Penyelidikan

Sebab dalam pendistribusiannya itu, Kemensos dikatakan Dadang hanya menjalin kerjasama dengan PT SSI.

"Dalam proses pembagian bansos dari Kemensos pada tahun 2020 ada 6 tahap, tahap 2 dan 4 berupa pemberian bantuan beras ukuran 25 Kg dengan jumlah penerima manfaat sebenyak 1,9 juta orang," katanya.

"Jika dari PT SSI disubkan ke JNE kita tidak tahu juga sehingga hal itu lebih lanjut ke Mabes Polri," tegasnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved