Universitas Indonesia

Mendikbud Belanda Beri Kuliah Umum, Bahas Pentingnya Pengetahuan Sebagai Solusi Permasalahan Global

Kuliah bertajuk “Making Lives Better: Giving Opportunities to Knowledge” ini diadakan di Balai Sidang UI Depok

Editor: Umar Widodo
Humas UI
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf memberikan kuliah umum bertajuk “Making Lives Better: Giving Opportunities to Knowledge” ini diadakan di Balai Sidang UI, Jumat (22/7/2022) pekan lalu 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) adakan kuliah umum bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf, pada Jumat (22/7/2022) lalu.

Kuliah bertajuk “Making Lives Better: Giving Opportunities to Knowledge” ini diadakan di Balai Sidang UI dan disiarkan langsung melalui akun resmi Youtube UI.

Kuliah ini mengulas strategi pengembangan diri untuk menumbuhkan pengetahuan dalam mengatasi masalah-masalah global yang ada di masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D.; Sekretaris Universitas UI, dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris; Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Republik Indonesia, Lambert Grijns; Rektor International Institute of Social Studies, The Hague, Erasmus University Rotterdam, Prof. dr. (Inge) I Hutter; delegasi dari Belanda yang terdiri dari jajaran pimpinan perguruan tinggi dan institusi; para dekan dan direktur di lingkungan UI; serta puluhan mahasiswa UI.

Dalam pidato sambutannya, Prof. Ari menyampaikan, keterlibatan Indonesia dalam penyelenggaraan Presidensi G20 memunculkan potensi penuh dari kolaborasi global serta membawa Indonesia pada realitas terkait masalah global yang dihadapi umat manusia.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, UI percaya bahwa kolaborasi dalam bidang pengetahuan, penelitian, sains, dan budaya dengan mitra dari seluruh dunia mampu menjadi media dalam mengatasi tantangan tersebut.

Kerja sama antara UI dan Belanda menjadi salah satu bentuk kolaborasi ini. UI telah menjalin kerja sama dengan 26 institusi Belanda yang mencakup banyak skema, termasuk program double degree, pertukaran pelajar dan staf, hingga penelitian bersama.

Baca juga: Pengelolaan Dana Abadi Universitas Indonesia UI untuk Menjadi World Class University

“Kolaborasi ini diharapkan menumbuhkan semangat saling pengertian dan membuka peluang baru. Pelajar dan peneliti yang terlibat juga diharapkan mampu memahami permasalahan yang ada di sekitar dalam perspektif yang berbeda. Penting untuk memberikan penelitian yang berdampak bagi masyarakat. Oleh karena itu, membangun koneksi adalah kunci memperkuat jaringan dalam kolaborasi,” kata Prof. Ari.

Robbert Dijkgraaf dalam kesempatan itu menekankan pentingnya memanfaatkan pengetahuan sebagai upaya menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Ada empat kunci utama yang disebutkan Dijkgraaf untuk mencapai tujuan ini, yaitu hubungan yang kuat antara sains dan masyarakat, kolaborasi penelitian dasar dan penelitian fundamental, utilitas dan penerapan pengetahuan, serta kerja sama internasional.

Kuliah Umum Robbert Dijkgraaf 002
Para peserta kuliah umum terbuka dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf yang berlangsung di Balai Sidang UI

Menurut Dijkgraaf, untuk menciptakan hubungan yang kuat antara sains dan masyarakat, penelitian sains harus dapat diaplikasikan di masyarakat.

Peneliti harus melihat kebutuhan masyarakat saat menentukan topik penelitian. Ini dimaksudkan agar penelitian yang dilakukan bermanfaat dan tepat sasaran sehingga jarak antara masyarakat dan peneliti dapat dihilangkan.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan non-governmental organization juga diperlukan untuk mengembangkan hasil penelitian agar manfaatnya dapat disebarkan secara luas.

Sebuah penelitian juga harus mempertimbangkan penelitian-penelitian terkait yang dilakukan sebelumnya. Elaborasi antarpenelitian ini memungkinkan adanya transformasi besar dari sebuah temuan.

Peneliti dapat memilah hasil penelitian mana yang bermanfaat dan tidak bermanfaat sehingga penelitian lanjutan yang dilakukan harus didasarkan pada temuan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Baca juga: Di Universitas Indonesia Presiden Timor Leste Puji Presiden Joko Widodo ke Rusia dan Ukraina

Peneliti tidak hanya berfokus pada penelitian akademik, tetapi juga penelitian yang berdaya guna untuk menjawab berbagai permasalahan global.

Poin terakhir yang digarisbawahi oleh Dijkgraaf adalah perlunya kerja sama internasional. Permasalahan global mengharuskan para peneliti untuk menciptakan solusi yang dapat diterapkan secara universal.

Hal ini dapat dicapai melalui kolaborasi antarpeneliti di seluruh dunia. Pertukaran pelajar dan kolaborasi penelitian memungkinkan adanya global experience yang diperoleh oleh para akademisi sehingga mereka dapat bertukar pengalaman berdasarkan latar belakang negara yang berbeda.

“Ada dua hal yang dimiliki seseorang untuk menjadikannya manusia kuat, yaitu imajinasi dan rasa ingin tahu. Dengan imajinasi, seseorang dapat membayangkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan melalui pengalaman yang terjadi di masa lalu. Sementara, dengan rasa ingin tahu, seseorang akan tertarik untuk mengetahui lebih dalam hal-hal yang digelutinya hingga seseorang menjadi ahli di bidangnya,” kata Dijkgraaf.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved