Kota Bogor
Peringati HKG ke 50 TPP PKK Kota Bogor, Bima Arya: Keluarga adalah Tiket Surga
Peringati HKG ke 50 TPP PKK Kota Bogor, Bima Arya: Keluarga adalah Tiket Surga
Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Wali Kota Bogor, Bima Arya menuturkan, keluarga adalah tiket ke surga.
Begitu juga, memuliakan dan menghormati keluarga serta membesarkan dan mendidik anak juga tiket ke surga.
Hal tersebut disampaikan Bima Arya dalam Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) TP PKK ke-50 Tahun tingkat Kota Bogor di Puri Begawan, Jalan Pajajaran, Kota Bogor pada Senin (25/7/2022).
“Karena Insya Allah anak yang soleh yang akan menjemput kita ke surga. Keluarga penuh dengan dinamika, tetapi tiket kita ke surga dan kita tidak bisa memilih keluarga,” katanya.
Karena itu walaupun visi Kota Bogor sebagai Kota Keluarga, tapi luar biasa berat dan tidak mudah.
Tidak mungkin keluarga berdaya dan sejahtera tanpa cinta. Menghadirkan cinta itu tugas dan tantangan utama PKK dan Pemkot Bogor.
“Kota ini harus penuh dengan cinta dan ini yang diikhtiarkan PKK dari masa ke masa. Lahirnya Sekolah Ibu dan hasilnya baik ada cinta di dalam keluarga,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Kajari yang telah memberikan dukungan kepada program-program PKK, termasuk Forkopimda, BUMD dan tentunya ibu-ibu PKK di kelurahan dan kecamatan yang luar biasa sebagai penggerak utama.
Baca juga: Harga Pangan Kota Bogor Selasa (26/7/2022), Cabe Rawit Merah Turun Jadi Rp 70.000 per Kilogram
Baca juga: Viral Mobil Pengawal Wapres Ugal-ugalan di Jaksel, Ini Penuturan Saksi Mata
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan, keluarga adalah harta yang paling berharga dan semua yang dititipkan tuhan harus dirawat dengan cinta kasih dan disirami dengan kasih sayang.
“Harus kita hadirkan inspirasi-inspirasi sebagai ayah, tentu harus menjadi teladan kepada anak-anaknya. Anak adalah peniru ulung yang paling ulung dan apapun hasilnya tugas kita adalah menyiapkan agar mereka suatu hari kita lepas untuk siap melakukan perjalanan hidup yang sesungguhnya. Jadikan keluarga sebagai inspirasi dan sumber kemajuan,” kata Kang Emil sapaannya dalam video rekaman.
Kemudian, Ketua TP PKK Kota Bogor, Yane Ardian menuturkan bahwa untuk menghancurkan bangsa tidak perlu menggunakan bom nuklir yang memiliki kekuatan 50 megaton atau 7 kali gunung everest, tapi cukup di acak-acak peran dan fungsi keluarga. Baik anak, ibu dan ayahnya.dibuat sibuk. Akhirnya institusi keluarga rusak dan perlahan-lahan bangsa tersebut hancur.
“Kita sebagai PKK punya kewajiban mulia untuk bagaimana menata peran dan fungsi keluarga, tentunya dengan program-program pemberdayaan keluarga,” jelasnya.(
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Bima-Arya-dalam-Peringatan-Hari-Kesatuan-Gerak-HKG-TP-PKK-ke-50.jpg)