Metropolitan
Rekrut Programer untuk Digitalisasi Pengelolaan Air, PAM Jaya Gelar Ajang Smart Water Hackathon
Rekrut Programer untuk Digitalisasi Pengelolaan Air, PAM Jaya Gelar Ajang Smart Water Hackathon
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Perumda PAM Jaya menjaring programmer untuk pengembangan perangkat lunak(software) yang dapat mendukung digitalisasi pelayanan air perpipaan di Ibu Kota.
Caranya, badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta ini menggelar ajang kompetisi Smart Water Hackathon di Hotel Le Meridien Hotel Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, kompetisi ini diikuti oleh 100 peserta yang tergabung dalam 38 tim.
Mereka bertarung untuk mengembangkan software selama 24 jam non-stop dari Sabtu (23/7/2022) sampai Minggu (24/7/2022).
“Kami memiliki banyak talenta hebat di bidang IT (informasi teknologi). Untuk itu, kami ingin mendorong peran mereka dalam berinovasi untuk masa depan air perpipaan di Jakarta,” kata Arief saat membuka kegiatan itu pada Sabtu (23/7/2022).
Arief mengatakan, pelibatan programmer dalam pengembangan software merupakan salah satu langkah kolaborasi yang selama ini kerap digaungkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Kehadiran programmer juga diharapkan dapat menjawab tantangan pelayanan air perpipaan yang dilakukan PAM Jaya, apalagi tahun 2023 pemerintah mengambil alih kelola air yang selama ini dipegang Aetra dan Palyja.
“Pada tahun 2023, kami akan mulai melakukan layanan langsung, dan Smart Water Hackathon ini diharapkan menjadi salah satu langkah besar dalam pekerjaan transformasi digital perusahaan,” ujar Arief.
Baca juga: Transjakarta Sediakan Bus Reguler Menuju JIS Tarif Rp 3.500 per Orang, Berikut Rutenya
Baca juga: Pulau Sumba Bisa jadi Contoh Pengembangan Wisata Bahari di Kepulauan Seribu
Sementara itu Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Affan Adriansyah Idris turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PAM Jaya. Kata dia, langkah yang diambil PAM Jaya merupakan bentuk tranfsormasi digital karena banyak manfaatnya bagi masyarakat.
“Misalnya dalam konteks eksploitasi air tanah. Dari sistem meter reading kita bisa melihat kewajaran gedung-gedung dalam menggunakan air, apakah mereka mengeksploitasi air tanah atau tidak,” kata Affan.
Menurut dia, ada delapan tantangan yang diberikan dalam kompetisi ini, yakni pembacaan meter, pembayaran/tagihan, sambungan baru, pemantauan kualitas air, tur virtual, edukasi air, penanganan keluhan, dan Non-Revenue Water (NRW).
Nantinya akan ada empat juri utama dalam kompetisi ini antara lain Direktur Pelayanan PAM JAYA yang juga bertindak sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum di Jakarta, Syahrul; Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov DKI Jakarta, Herry Darmawan; Master Principle Consultant, Oracle Energy and Water, Steven Windsor; dan Kepala Jakarta Smart City, Yudhistira Nugraha.
Master Principle Consultant, Oracle Energy and Water, Steven Windsor menambahkan, kelangkaan air adalah salah satu masalah terbesar di zaman ini.
Oracle Energy and Water sangat berinvestasi dalam berkolaborasi secara global dengan pelanggan, mitra, dan asosiasi untuk mempercepat inovasi digital guna menjawab tantangan ini.
“Dengan inisiatif, seperti Smart Water Hackathon ini, kami memiliki kesempatan untuk berbagi kecerdasan, solusi kreatif, dan praktik terbaik yang akan mempercepat solusi dan konservasi,” ucap Steven.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Direktur-Utama-Perumda-PAM-Jaya-Arief-Nasrudin.jpg)