Virus Corona

Ariza Tanggapi Penghentian PTM di SMP Negeri 85 Jaksel Pasca Temuan Tiga Siswa Terpapar Covid-19

Pemprov DKI Hentikan PTM SMPN 85 Jaksel Pasca Temuan Tiga Siswa Terpapar Covid-19, Ariza : Sudah Jadi Protap

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 85 Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Alasannya karena tiga pelajar tersebut terpapar Covid-19.

 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, keputusan pihak sekolah yang meniadakan kegiatan sekolah untuk sementara waktu sudah tepat.

Upaya itu dilakukan untuk menekan potensi penyebaran Covid-19, karena pihak sekolah juga melakukan sterilisasi di sekolah.

“Itu sudah menjadi aturan dan protap kami. Kalau ada peningkatan di situ terkait dengan Covid-19, sudah ada prosedurnya dan itu tugas kami sebagai Satgas Covid-19,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Kamis (21/7/2022).

 

Berdasarkan catatannya, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BPR) Covid-19 mencapai 19 persen atau yang sudah terpakai 670 unit dari 3.608 tempat tidur yang disediakan. Pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk menangani dan menanggulangi lonjakan Covid-19.

 

Mulai dari menyiapkan tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, obat-obatan hingga penyediaan vaksin ketiga atau booster. Vaksin ini diberikan untuk mengurangi tingkat keparahan jika terpapar Covid-19.

 

“Semua fasilitas sarana dan prasarana tenaga kesehatan terus kami siapkan dan kami tingkatka. Apalagi pemerintah pusat mendorong pemprov untuk memastikan bahwa ada peningkatan penggunaan atau pelaksanaan daripada vaksin atau booster,” jelas Ariza.

Baca juga: Jalin Silaturahmi, Sepuluh Perwira Militer Negara Sahabat Kunjungi Kota Bogor

Baca juga: Anies & Ridwan Kamil Sudah Jajal Citayam Fashion Week, Pemkot Jakpus Larang Catwalk di Zebra Cross

Seperti diketahui, pihak SMPN 85 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal tersebut lantaran tiga siswa di sekolah tersebut dikabarkan terpapar virus corona atau Covid-19.

 

“Tiga orang terpapar Covid-19. Kelas 7B dan kelas 9," kata petugas sekuriti sekolah, di lokasi pada Kamis (21/7/2022).

 

Adanya tiga siswa yang terpapar Covid-19 membuat PTM dihentikan sementara selama 10 hari, terhitung sejak Rabu (20/7/2022). “Iya ini ditutup selama 10 hari. Iya (sejak Rabu kemarin)," lanjut petugas sekuriti itu.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved