Korupsi

Bersama Denny Indrayana, Eks Pimpinan KPK BW Kini Bela Mardani Tersangka Korupsi

Bersama Denny Indrayana, Eks Pimpinan KPK BW Kini Bela Mardani Tersangka Korupsi. Berikut Selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Antaranews.com
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani H Maming 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Tersangka kasus korupsi suap izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), Mardani H Maming resmi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Sidang gugatan praperadilan yang dilayangkan Mardani H Maming pada Selasa (12/7/2022) kemarin ditunda.

Pasalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku pihak tergugat berhalangan hadir alias absen.

Dengan demikian, sidang akan kembali berlangsung pada Selasa (19/7/2022) pekan depan.

Dari kasus Mardani, sosok sejumlah kuasa hukumnya sempat menjadi sorotan.

Di antaranya keberadaan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) dan juga eks Wakil Wamenkumham Denny Indrayana.

Dikutip dari Warta Kota berdasarkan berkas permohonan praperadilan Bendum PBNU tersebut pada Rabu, (13/7/2022), selain BW dan Denny terdapat 26 kuasa hukum lainya.

Dalam salinan berkas tersebut disebutkan bahwa 28 advokat dan konsultan hukum dalam hal ini memilih domisili hukum pada kantor Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU.

Denny Indrayana saat ini masih terganjal dalam kasus payment gateway. Denny sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun Bambang Widjojanto diketahui menjabat Wakil Ketua KPK saat zaman Abraham Samad menjadi Ketua KPK. BW menduduki kursi pimpinan KPK dari Desember 2011 hingga Februari 2015

Lalu apa alasan BW kini membela tersangka KPK?

BW mengaku rela cuti sebagai anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengadvokasi kasus Maming yang kini mengajukan Praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Ia menganggap, ada kepentingan yang jauh lebih besar.

"Jadi, saya cuti kalau saya hadapi kasus besar seperti ini. Karena ada kepentingan yang jauh lebih besar yang harus dipertukarkan dan dipertaruhkan di situ. Itu sebabnya dengan terhormat saya mengambil amanah atas penunjukkan dari PBNU," ujar BW kepada wartawan di PN Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved