Berita Nasional

Harga Cabai Melonjak Tinggi, IKAPPI Nilai Kemendag dan Kementan Gagal Jaga Stabilitas Pangan

Harga Cabai Melonjak Tinggi, IKAPPI Nilai Kemendag dan Kementan Gagal Jaga Stabilitas Pangan

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Ilustrasi Cabai Rawit Merah 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian dinilai gagal menjaga stabilitas pangan di Hari Raya Iduladha 1443 H yang jatuh pada Minggu (10/7/2022).

Hal ini berkaca pada meroketnya harga beberapa jenis cabai, salah satunya adalah cabai rawit sejak sebulan terakhir.

 

Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri.

Dia mencontohkan, harga cabai merah tembus di angka Rp 115.000 hingga Rp 130.000 per kilogram.

Kenaikan harga komoditi ini terjadi pada bawang merah yang menembus hingga Rp 70.000 - Rp 75.000 per kilogram.

Hal ini, kata dia, bukti bahwa tidak ada upaya konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan saat menjelang dan sesudah Idul Adha.

 

“Dua komoditas ini memang tidak mendapatkan sentuhan maksimal dari dua kementrian tersebut. Kita tahu bahwa kenaikan dua komoditas tersebut sudah terjadi hampir satu bulan penuh, dan kami ingatkan untuk menjaga stabilitasnya beberapa bulan lalu,” kata Abdullah berdasarkan keterangannya pada Selasa (12/7/2022).

Baca juga: Berharap Roy Citayam Bisa Mendunia, Sandiaga Uno Tawarkan Kembali Beasiswa

Baca juga: Uya Kuya dan Astrid Siap Jadi Jembatan Antara Nathalie Holscher dan Sule Agar Bisa Rujuk Kembali

“IKAPPI meminta kepada Kementrian Perdagangan dan Pertanian untuk kembali menjaga pasokan paskah Idul Adha,” lanjutnya.

 

Menurut dia, beberapa komoditas lain yang cukup rawan antar lain tomat, kentang, sayur mayur, ayam dan beberapa komoditas lain juga kami pantau mengalami kenaikan. Komoditas pangan ini seolah tidak mendapat sentuhan dan tidak terjaga oleh kementerian terkait

 

“Kami minta ke semua pihak untuk fokus pada beberapa komoditas pangan yang kami sebut, tidak hanya minyak goreng yang diurus tetapi komuditas lain juga harus mendapatkan perhatian khusus. Banyak konsumen dan pedagang menjerit karena harganya yang terlalu tinggi,” jelasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved