Berita UI

Politisi PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Sampaikan Hal Penting di Seminar Universitas Indonesia

Hasto Kristiyanto sampaikan hal penting di Seminar Universitas Indonesia. Hasto merupakan Sekjen PDI Perjuangan.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Politisi PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Sampaikan Hal Penting di Seminar Universitas Indonesia 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Politisi PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Sampaikan Hal Ini di Seminar Universitas Indonesia.

Sekjen PDIP Perjuangan Hasto Kristiyanto menjadi nara sumber di seminar internasional bertajuk “The Political Parties’ Roles in Promoting The World Peace and Justice”.

Seminar tersebut Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) bersama SKSG Universitas Indonesia (UI) di Yogyakarta, Senin (4/7/2022).

Dalam seminar itu Hasto Kristiyanto menyampaikan topik “Partai Politik dan Demokrasi: Peran Partai Politik dalam Perjuangan Keadilan dan Perdamaian Dunia”.

Baca juga: UI Ranking 1 Keunggulan Indikator Kinerja Utama (IKU) Liga PTN BH 2021/2022

Menurutnya, ideologi dalam konteks demokratisasi merupakan jiwa dan dasar pembentukan karakter partai politik.

Dengan memahami tujuan bernegara dan saripati Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia untuk dunia, setiap parpol harus menjalankan peran strategis dalam perjuangan mewujudkan tatanan dunia baru sebagaimana telah dirintis Bung Karno.

Sementara itu, mantan Ketua KPU Arief Budiman membahas topik “Partai Politik dan Demokrasi, Menuju Pemilu dan Pilkada Serentak 2024”.

Ia memberi catatan terkait penyelenggaraan pemilu dan pemilihan serentak 2024 yang damai dan berkeadilan.

Baca juga: Pekan Depan Uji Sertifikat, Bus Listrik Buatan Universitas Indonesia Segera Mengaspal

Sejatinya, politik itu untuk rakyat, bukan untuk politisi. Politik uang, hoaks, dan isu SARA kemungkinan masih akan mengemuka pada proses kontestasi selama Pemilu dan Pemilihan, baik secara digital maupun konvensional.

Selain itu, netralitas ASN, TNI, dan Polri perlu mendapat perhatian karena bisa menjadi titik rawan konflik, dan politik identitas kita seharusnya NKRI.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved