Kriminalitas

Miris, Hanya karena Utang Rp 500.000, Polisi Gadungan Ini Tega Tusuk Ibu dan Anak di Bekasi

Miris, Hanya karena Utang Rp 500.000, Polisi Gadungan Ini Tega Tusuk Ibu dan Anak di Bekasi

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki menunjukkan barang bukti kasus penusukkan ibu dan anak di Mapolres Bekasi Kota, Bekasi pada Senin (4/7/2022) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota berhasil mengungkap kasus pria beratribut Polisi yang sempat menusuk Ibu dan anaknya di wilayah Mustika Jaya, Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

Polisi memastikan, jika pria tersebut merupakan polisi gadungan. 

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki.

Diungkapkan Hengki jika pelaku atas nama Rheinaldy Zein (23) melakukan hal karena demi ingin membayar hutang kepada pacarnya yang setahun ini belum terbayarkan.

"Untuk membayar utang yang bersangkutan kepada pacarnya yang sudah satu tahun belum terbayar. Hutangnya Rp.500 ribu," kata Hengki Senin (4/7/2022).

 

Dalam aksinya diungkapkan Hengki, Rheinaldy Zein berpura-pura menjadi seorang petugas kepolisian, di mana atribut kepolisian yang ia dapat seluruhnya didapat melalui pemesanan secara online.

Hengki mengaku jika pelaku beraksi seorang diri dan secara random mencari korban.

 

"Sasaran random, jadi sampai rumah korban, menanyakan suaminya yang dianggap terlibat narkoba dan mengarahkan untuk berdamai, sehingga terjadi kesepakatan jumlah nominal," kata Hengki.

Baca juga: Mulai Hari ini, Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Bunderan HI, Catat Rute Pengalihannya

Baca juga: Yogyakarta Mencekam, Sejumlah Pria Berkeliaran Bawa Senjata Tajam-Videonya Viral di Media Sosial

Hanya saja, dalam kasus ini korban Melinda (26) anak korban berteriak hingga memancing perhatian warga sekitar.

Mendengar teriakan itu anak korban sempat dianiaya sebelum akhirnya Ibu korban Siti Rohani (51) ditusuk oleh pelaku.

 

"Jadi, belom terjadi transaksi dengan alasan suami korban terlibat narkoba, intinya nanti ketika sasaran dapat atau takut dan tentu akan terjadi perundingan tapi keluarga korban sudah teriak dan ia panik namun sambil menganiaya dua korban," ujarnya.

Baca juga: Ariza Pastikan Pembangunan Kampung Gembira Gembrong Pakai Dana Infak

Baca juga: VIDEO : Wow, Ada Citayem Fashion Week di Stasiun BNI City

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved