Berita Video

VIDEO : Polisi Datangi Ponpes Usut Dugaan Pencabulan Santriwati

Dari pantauan lokasi, kondisi di sekitar lokasi sepi dari aktivitas belajar mengajar ilmu agama dari santri ataupun santriwati.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Alex Suban

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Polsek Beji telah selesai berkomunikasi dengan pihak Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadul Jannah di Jalan Dedet RT 04/12, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat pada Kamis (30/6/2022) pagi.

Kapolsek Beji Kompol Cahyo terlihat keluar dari Pondok Pesantren tersebut sekira pukul 10.00 WIB didampingi anggotanya.

Namun saat ditanya oleh awak media, ia enggan memberikan penjelasan terkait dengan kedatangannya ke Ponpes tempat pencabulan tersebut.

Simak Video Berikut :

"Bukan kita yang tangani, Polda yang tangani," katanya sembari berjalan.

"Nanti kesalahan lagi (kalau komentar)," sambungnya meninggalkan lokasi.

Dari pantauan lokasi, kondisi di sekitar lokasi sepi dari aktivitas belajar mengajar ilmu agama dari santri ataupun santriwati.

Sebab, saat ini para pelajar sedang diliburkan selama dua Minggu dan justru hal ini membuat para santtiwati berbicara kasus pencabulan.

Sebelumnya, Polres Metro Depok mendatangi Pondok Pesantren Riyadul Jannah di Jalan Dedet, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat pada Kamis (30/6/2022) pagi.

Baca juga: Polres Depok Datangi Ponpes Istana Yatim Riyadul Jannah Terkait Laporan Dugaan Pencabulan Santriwati

Baca juga: Belasan Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan, Polisi Belum Tangkap Pengurus Ponpes Riyadul Jannah

Dari pantauan lokasi, aparat kepolisian sedang melakukan komunikasi dengan pemilik Pondok Pesantren.

Hal ini menyusul adanya kasus dugaan pencabulan 11 santriwati yang masih berusia sekira 9 sampai 11 tahun.

Robin salah satu pengurus Ponpes mengatakan, pihaknya belum bisa membuka komunikasi dengan awak media.

Sebab, saat ini pemilik dan pengurus Ponpes Istana Yatim Riyadul Jannah sedang berkomunikasi masalah pencabulan dengan aparat kepolisian.

"Saya juga enggak tahu kebenarannya seperti apa, saya juga kan tinggal di sini," ujarnya kepada Wartakotalive.com.

Menurutnya, jika pihaknya sudah berkomunikasi dengan aparat kepolisian, maka baru bisa memberikan keterangan.

Sehingga, Robin meminta kepada awak media untuk menunggu sampai pihak Ponpes mau membuka suara terkait pencabulan anak di bawah umur.

"Nanti tunggu saja ya, masih komunikasi masalah itu," ucap pria berkaos abu-abu.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved