Berita Video

VIDEO : Luhut Pandjaitan Kenang Membentuk Sat 81/Gultor Kopassus 40 Tahun Lalu

Luhut menjadi komandan pertama satuan ini berpangkat Kapten dengan wakilnya Kapten Inf Prabowo Subianto yang saat ini menjadi Menhan

Penulis: Alex Suban | Editor: Alex Suban
Facebook Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan saat bertugas di Kopassus atau Kopassandha 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Ternyata Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan adalah pendiri satuan elit Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Komando Pasukan Khusus.

Saat itu Mayor Inf Luhut Pandjaitan ditugaskan membentuk pasukan elit ini.

Luhut sebagai komandan bersama Kapten Inf Prabowo Subianto membentuk pasukan elit ini atas perintah Kepala Badan Intelejen Strategis Letjen TNI LB Moerdani.

Simak Video Berikut :

Dalam unggahannya di akun Instagramnya, Luhut mengucapkan selamat ulang tahun ke-40 untuk satuan Detasemen Khusus 81 Kopassandha yang saat ini bernama Sat-81/Gultor Kopassus.

Ia menceritakan proses pembentukan satuan elit ini.

Lebih dari empat puluh tahun lalu, saya ingat, setelah menyelesaikan pendidikan di US Army Special Forces di Fort Bragg, lalu GSG-9 (kesatuan anti-teror di bawah Polisi Federal Jerman), dan Royal Army Special Air Service (SAS) Inggris, saya diberi tugas untuk membentuk satuan baru yang berfungsi untuk mengantisipasi ancaman-ancaman terorisme yang semakin banyak terjadi di dunia pada saat itu. Ini sejalan dengan cita-cita saya, karena saya merasa dengan bekal pengalaman operasi di Timor Timur, Papua, dan Kalimantan, Kopassus harus punya spesialisasi khusus.

Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Detasemen 81 Kopassandha, atau hari ini dikenal dengan Sat-81/Gultor Kopassus.

Baca juga: Kopassus Ciptakan Rekor MURI Kejuaraan Atletik dengan Peserta Terbanyak

Baca juga: VIDEO : Panglima TNI Minta Personel TNI Dilibatkan Operasi Antiterorisme

Saya ingat saat itu masih berpangkat Mayor dan didapuk menjadi Komandan, sementara sahabat saya yang sudah seperti adik sendiri, @prabowo menjadi wakil.

Kami melakukan berbagai proses seleksi ketat yang harus ditempuh oleh setiap prajurit, dari mulai administrasi, kesamaptaan jasmani, psikologi, kemampuan fisik, serta mental ideologi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved