Minggu, 26 April 2026

Metropolitan

Bikin Bangga, Pemprov DKI Raih Penghargaan di SAS Hackathon 2022-Terbaik Kategori Machine Learning

Bikin Bangga, Pemprov DKI Raih Penghargaan di SAS Hackathon 2022-Terbaik Kategori Machine Learning

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kepala Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kolaborasi Unit Pengelola Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Pemprov DKI Jakarta dengan Starcore Analytics, dan IPB University meraih penghargaan di ajang internasional.

Pada kategori public sector dengan nama JAKSTAT Team, Pemprov DKI meraih tiga penghargaan dalam ajang SAS Hackathon 2022.

Penghargaan itu diraih bertepatan dengan ulang tahun Ke-495 Jakarta atau Jakarta Hajatan pada tanggal 22 Juni 2022.

 

“JAKSTAT Team menghadiahkan tiga penghargaan dari kompetisi SAS Hackathon 2022 untuk DKI Jakarta. Penghargaan tersebut berupa juara pada kategori Public Sector dan Asia Region, juga menjadi tiga terbaik pada kategori Machine Learning,” kata Kepala Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania pada Kamis (23/6/2022).

Atika mengatakan, JAKSTAT Team mengangkat studi kasus terkait kondisi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di DKI Jakarta pasca pandemi Covid-19.

Terdapat dua pertanyaan yang coba dijawab, pertama bagaimana penyaluran bantuan untuk UMKM di DKI Jakarta, sehingga dapat berkontribusi dalam pergerakan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) secara optimal. 

 

Kedua, bagaimana bantuan UMKM dapat disalurkan berdasarkan prioritasnya.

Untuk menjawab pertanyaan pertama, JAKSTAT Team melakukan simulasi pengalokasian budget secara cerdas lewat analisis input-output untuk mengetahui bagaimana dampak satu sektor usaha ke usaha lainnya.

 

“Simulasi ini membuat pemerintah dapat dengan tepat menentukan sektor mana yang memiliki multiplier effect paling tinggi untuk sektor-sektor lainnya,” imbuh Atika.

Baca juga: Hadirkan 35 Mahakarya, Sarnadi Angkat Seni Budaya & Kehidupan Warga Betawi Dalam Pameran Lukisannya

Baca juga: Persija Jakarta Vs Borneo FC, Macan Kemayoran Harus Waspadai Dua Pemain Timnas Pesut Etam

Selanjutnya, pertanyaan kedua dijawab melalui perumusan distribusi anggaran lewat analisis kerentanan, serta indikator-indikator ekonomi lainnya.

Dengan analisis ini, pemerintah dapat menentukan daerah mana saja yang perlu diprioritaskan dan berapa jumlah sasaran distribusinya. 

 

“Solusi ini diharapkan dapat membantu kita untuk memonitor, mengevaluasi, dan terus menerus memperbaharui keputusan dan kebijakan untuk membuat Jakarta yang lebih baik, sekaligus berkontribusi untuk negara,” kata Atika dalam video yang diunggah untuk kompetisi SAS Hackathon 2022

 

JAKSTAT Team memenangkan kategori Public Sector setelah bersaing dengan enam tim finalis lainnya, yaitu Baywatch dari Perancis, Disaster Response dari Kanada, Disaster Vision dari Kanada, EcoMOTIONS dari Italia, Heavy Rain dari Jerman, dan The Bissel Centre dari Kanada. 

 

Sementara itu Head of SAS Alliance Channel ASIA & EME, Shyam Baddepudi, yang juga menjadi juri pada kategori Asia Region, menyatakan bahwa solusi yang ditawarkan oleh JAKSTAT sangat relevan mengingat banyak kasus penyelewengan bantuan pemerintah hingga jutaan dollar untuk penanganan pandemi Covid-19.

Pada kategori ini JAKSTAT menjadi juara setelah bersaing dengan Data Hack Freaks dari EY India dan Medcheck Diabetes dari Virtual Care Real World Data. 

 

SAS Hackathon merupakan ajang kompetisi tahunan yang diadakan oleh SAS Institute, yakni perusahaan perangkat lunak statistik multinasional yang berbasis di Amerika Serikat.

Kompetisi ini bertujuan untuk menggandeng peserta dari berbagai industri, wilayah, keahlian, dan latar belakang untuk bersama-sama menciptakan ide besar dengan memanfaatkan SAS Analytics.

 

“Setiap tahunnya peserta dari penjuru dunia berkumpul di SAS Hackathon untuk saling berkompetisi, mengisi, dan menyampaikan gagasan besar mereka terkait solusi atas permasalahan yang ada di sekitarnya,” katanya.

 

Pada tahun 2022 ini SAS Hackathon diikuti oleh 1300 peserta dari 75 negara. Ada 9 kategori pada kompetisi tahun ini, yaitu banking, energy, health and life science, insurance, IoT (internet of things), public sector, retail, telecom and media, dan agtech and manufacturing. 

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved