Kabupaten Bogor
PMK Semakin Meluas, Pemkab Bogor Bentuk Satgas Tingkat Kabupaten
PMK Semakin Meluas, Pemkab Bogor Bentuk Satgas Tingkat Kabupaten. Berikut Selengkapnya
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Bogor terus meningkat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Kesmavet) Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor Prihartini mengatakan lebih dari 2.300 sapi yang terinfeksi PMK hingga saat ini.
"Saat ini ada 2.300 sapi yang kena PMK. Dari jumlah itu, ada 72 sapi yang mati dan 75 sapi lainnya dipotong bersyarat," kata Prihartini, Selasa (21/6/2022).
Dia menjelaskan sebagian besar sapi yang mati adalah anakan sapi. Sementara yang dipotong bersyarat umumnya sapi-sapi yang baru menunjukkan gejala.
"Sebagian besar ada di Kunak, Kecamatan Pamijahan," kata Prihartini, Selasa (21/6/2022).
Sebagai upaya penanganan dan menekan angka penyebaran PMK, Pemkab Bogor membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut Tingkat Kabupaten Bogor.
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan sebelumnya memang sudah ada Satgas PMK, tetapi baru di tingkat dinas.
"Karena kejadiannya sudah luar biasa, maka Satgas PMK ini akan kami bentuk berskala besar lintas sektoral menjadi Satgas PMK tingkat Kabupaten Bogor," ujarnya.
Baca juga: Polusi Udara di Jakarta Jadi Sorotan, Ariza: Program Langit Biru itu Memang Tidak Mudah, Perlu Waktu
Baca juga: Sambut HUT ke-76 Bhayangkara, Polres Bogor Bagikan 2.500 Paket Sembako kepada Masyarakat Tak Mampu
Iwan sendiri menjadi pembina dan penanggungjawabnya Satgas PMK ini, lalu ada Sekda dan penanggungjawab hariannya dari Diskanak.
"Ini kita lakukan agar semua bergerak cepat menangani PMK ini,” ungkapnya.
Selain membentuk Satgas PMK, Pemkab Bogor akan memaksimalkan tujuh Posko Satgas PMK yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor.
Tujuh Posko penanganan PMK ini tersebar di beberapa titik di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Posko 1 di Cibinong, Bojonggede, Kemang, Ciseeng, Parung, Gunungsindur.
Posko 2 Babakan Madang, Citeureup, Sukaraja, Megamendung, Ciawi, Cisarua.
Posko 3 Jonggol, Cariu, Tanjungsari, Sukamakmur, Klapanunggal, Cileungsi.
Posko 4 Ciomas, Dramaga, Tamansari, Cijeruk, Cigombong, Caringin.
Posko 5 Pamijahan, Cibungbulang, Rancabungur, Ciampea, Tenjolaya, Leuwiliang, Leuwisadeng.
Posko 6 Cigudeg, Rumpin, Parung Panjang, Tenjo, Jasinga, Sukajaya, dan Nanggung.
Posko 7 ada di Diskanak Kabupaten Bogor di Cibinong.
Iwan meminta agar tujuh Posko Satgas PMK lebih dimaksimalkan fungsinya terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha ini.
“Kita sudah buat kebijakan di H-10 Idul Adha semua Satgas yang ada di tujuh Posko penanganan PMK dimassifkan untuk memeriksa kondisi hewan ke seluruh peternakan yang ada di Kabupaten Bogor,” pinta Iwan Setiawan.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor ini menegaskan bahwa dirinya juga akan mendorong bantuan operasional Satgas PMK Kabupaten Bogor melalui permohonan Bantuan Biaya Tak Terduga (BTT).
Tak hanya itu, Pemkab juga akan memberikan bantuan obat seperti vitamin, antibiotik dan obat radang yang akan diberikan kepada seluruh peternak yang terdampak.
“Untuk dukungan bantuan biaya operasionalnya sudah kami minta ke BPKAD," papar Iwan.
Permohonan BTT kemungkinan akan dikucurkan minggu depan untuk bantuan obat bagi seluruh peternak yang terdampak.
"Kita juga sudah ajukan 5 ribu vaksin dari jerman untuk peternak,” jelasnya.
Iwan Setiawan juga menghimbau agar masyarakat tidak takut untuk mengkonsumsi daging dan susu sapi, sebab Penyakit Mulut dan Kuku ini tidak menular kepada manusia.
“Jangan takut, penyakit ini aman tidak menularkan ke manusia,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Plt-Bupati-Bogor-Iwan-Setiawan-meresmikan-Kampung-Herbal-sekaligus-panen-jahe-merah.jpg)