Berita UI

Bahas Kebijakan Percepatan Energi Terbarukan,Tim FTUI: Masyarakat Terbebankan Biaya EBT yang Mahal

Universitas Indonesia (UI) bahas kebijakan percepatan energi terbarukan. Tim FT UI dan FISIP UI memberikan masukan untuk Presidensi G20.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
UI gelar konferensi internasional bertajuk “Boosting Indonesia’s Role in G20 Presidency 2022. Bahas Kebijakan Percepatan Energi Terbarukan 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Bahas kebijakan percepatan energi terbarukan, Tim FT UI sampaikan masyarakat terbebankan biaya EBT yang mahal.

Hal tersebut disampaikan Tim Dr. Ir. Bambang Priyono, M.T. dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) dalam konferensi internasional bertajuk “Boosting Indonesia’s Role in G20 Presidency 2022” di JW Marriot Hotel Jakarta dan disiarkan langsung melalui kanal Zoom dan Youtube, Selasa kemarin.

Konferensi internasional tersebut untuk memberikan masukan kepada para pimpinan negera di Presidensi G20.

Masukan-masukan tersebut disampaikan peneliti-peneliti UI yang kredibel.

Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir: Tahun 2045 Indonesia Jadi Negara Maju ke-4 di Dunia, Ini Kata Rektor UI

Selain itu, konferensi tersebut membahas berbagai isu global untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Di antaranya adalah ekonomi dan transformasi digital, desain kesehatan dunia, serta transisi energi.

Pertentangan dalam aspek kebijakan tersebut serupa dengan pertentangan dalam aspek ekonomi. 

Hal ini karena penggunaan energi fosil membutuhkan ongkos yang lebih murah dibandingkan EBT.

Permasalahan ini coba diurai tim Dr. Ir. Bambang Priyono, M.T. dari Fakultas Teknik (FT) UI dengan mengambil studi kasus peralihan dari penggunaan sepeda motor berbahan bakar minyak ke sepeda motor berbahan bakar listrik.

Baca juga: Hanya UI dari Indonesia yang Terima Penghargaan QS Recognition for Engagement QS EduData Summit 2022

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Bambang memaparkan, masalah utama dalam konversi energi adalah biaya yang dibebankan pada masyarakat lebih mahal saat menggunakan EBT. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved