Kamis, 14 Mei 2026

Kabupaten Bogor

Harga Cabai di Pasar Parung Bogor Capai Rp 100.000 per Kilogram, Pasokan dari Petani Kurang

Elon (28), pedagang sayur di Pasar Parung Bogor, mengatakan harga cabai naik hingga Rp 20.000 per kg.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Alia (45), pedagang sayur di Pasar Parung, sedang melayani pembeli pada Sabtu (18/6/2022). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PARUNG - Harga cabai di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, kembali melonjak tajam.

Saat ini harga cabai rawit dan cabai keriting di Pasar Parung mencapai Rp 100.000 per kilogram (kg).

Elon (28), pedagang sayur di Pasar Parung, mengatakan harga cabai naik hingga Rp 20.000 per kg.

"Dua pekan lalu masih Rp 80.000 per kg. Sekarang sudah Rp 100.000 per kg," kata Elon, Sabtu (18/6/2022).
Elon menjual cabai rawit merah dan cabai keriting dengan harga yang sama yaitu Rp 100.000 per kg.

Baca juga: Update Harga Sembako di Pasar Anyar, Cabe Rawit Merah Rp100.000 per Kg-Bawang Merah Rp 60.000 per Kg

"Harga belinya di Pasar TU Bogor sudah tinggi. Cabai rawit merah Rp 95.000 per kg, cabai keriting Rp 92.000 per kg," ujarnya.

Senada, Alia (45), pedagang sayur lainnya di Pasar Parung, mengaku harga cabai memang lagi naik tajam.

"Semua pada naik, termasuk cabai. Saya jual cabai rawit merah Rp 25.000 per 1/4 kg. Tetapi kalau ambil 1 kg, saya jual Rp 92.000 per kg," ungkapnya.

Baca juga: Melonjak Dua Kali Lipat, Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramat Jati Tembus Rp 100.000 per Kilogram

Begitu pun dengan cabai keriting,  Alia memjualnya  Rp 23.000 per 1/4 kg. Namun kalau konsumen beli 1 kg harganya jatuh lebih murah.

"Kalau beli 1 kg, cabai keriting saya jual Rp 90.000 per kg," tambahnya.

Menurut dia, lonjakan harga cabai ini disebabkan karena pasokan dari petani kurang.

"Katanya sih pasokan kurang karena gagal panen," tandasnya.

Sementara itu Djarot Saiful Hidayat selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengungkapkan perencanaan perihal produk tanam dari daerah bisa masuk ke Jakarta atau wilayah yang kekurangan pasokan.

"Simalungun juga banyak cabai, Karo juga banyak cabai, kita lihat dulu, agar bisa disubsidi oleh pemerintah dari sisi transportasinya, sehingga produknya bisa masuk ke Jakarta dan wilayah kekurangan cabai," ujarnya, Kamis (16/6/2022).

Maka dari itu, Djarot juga menjelaskan pentingnya merawat atau memanfaatkan suatu lahan untuk di kembangkan.

Jadi, lahan terlihat kosong tidak hanya sekedar hidup atau rapih terjaga, namun dapat juga dikembangkan menjadi lebih produktif.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved