Persib Bandung
Bobotoh Asal Bogor Meninggal di GBLA, Keluarga: Sofiana Yusuf Punya Loyalitas Tinggu untuk Persib
Menurut kesaksian Viking Korwil Bogor, Ardy di ungkapkan bahwa almarhum Sofiana memang aktif mengikuti laga pertandingan Persib Bandung.
Penulis: Cahya Nugraha | Editor: murtopo
Laporan wartawan wartakotalive.com, Cahya Nugraha
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Dunia Sepak Bola Tanah Air kembali berduka. Piala Presiden yang berlangsung pada Jumat (17/6/2022), menyebabkan meninggalnya dua orang suporter Persib Bandung, Ahmad Solihin warga Cibaduyut dan Sofiana Yusuf, warga Bogor, Jawa Barat.
Sofiana Yusuf (20) pemuda asal Ciparigi, Kota Bogor, satu di antara dua korban yang meninggal ketika hendak menonton laga Persib Bandung saat menjamu Persebaya Surabaya di grup C Piala Presiden 2022 dikenal sebagai anggota Bobotoh, julukan pendukung tim kota kembang, Persib Bandung.
Menurut kesaksian Viking Korwil Bogor, Ardy di ungkapkan bahwa almarhum Sofiana memang aktif mengikuti laga pertandingan Persib Bandung.
"Aktif. tapi kalau away Jawa mungkin belum pernah setau saya, tapi kalo di Bandung sering. Karena memang sekeluarga (Almarhum) ini memang akrab dengan kita," ucap Ardy
Ardy menerangkan bahwa saat perjalanan berangkat, Sofiana duduk di pojok dekat kaca, selanjutnya di KM 57 Sofiana merasa tidak enak badan.
"Masuk angin bang terus muntah di rest area," ucap Ardy.
Baca juga: Bobotoh Persib Bogor dan Cibaduyut Meninggal, Viking Inheren: Sepak Bola Bukan Ritual Meminta Tumbal
Menurut Ardy, almarhum sebelumnya masuk kerja 24 jam penuh untuk ngambil libur supaya dapat nonton Persib.
"Jadi dia ngambil dua hari kerja," terangnya.
Ditemukan fakta bahwa ternyata almarhum sempat terpisah dengan rombonganya, ketika disinggung kenapa bisa terpisah? Ardy menuturkan bahwa tiket yang diberikan olehnya ialah tiket tribun Barat, selanjutnya alhamarhum minta tukar dengan tiket tribun Utara.
"Kita ngasih tiket (tribun) barat ke dia, dia gak mau. "a tuker a sama utara". Mungkin dia udah ada janjian, intinya dia minta tukar tiket aja, saya gak tanya kenapa atau gimana," ucap Ardy.
Ardy menghimbau agar ada yang dirubah, dari sistem keamanannya, agar kejadian ini jangan sampai terulangi.
Baca juga: Bobotoh Persib Bogor yang Meninggal di Stadion GBLA Bakal di Salatkan di Masjid Jami Al Muttaqin
"Harusnya kan ada sekat-sekat ring satu ring dua. Pengamanan itu harusnya ketat, jangan dikasih Gocap langsung dibawa ke dalam," ucapnya.
Sementara itu, Penasihat Viking Jabodetabek Faisal Rahman menduga bahwa penyebab meninggalnya Sopiana diduga karena faktor kelelahan.
"Barusan saya tanya anggota yang lain. Beliau ini kerja dan pulang kerja langsung berangkat menuju Bandung," ucap Faisal.
Faisal menuturkan bawah saat 30 menit awal babak pertama diakuinya sudah tidak kondusif.
"Banyak penonton yang tidak bertiket merangsek masuk,"ujarnya.
Satu keluarga pecinta Persib
Ilham, sepupu korban, menceritakan sosok Fian yang dikenal sebagai pribadi yang baik dan tak pernah tergabung dalam kegiatan yang menyimpang.
"Dia itu sosok yang baik, ramah, sopan, dan menyenangkanlah. Anaknya engga pernah macem-macem, lurus aja,"ujar Ilham saat ditemui Tribunnews.com, Sabtu (18/6/2022).
Fian memang lahir dari keluarga yang memang pecinta Persib Bandung, namun hanya Fian lah yang memang dikenal memiliki loyalitas yang tinggi terhadap klub yang menjuarai Indonesia Super League (ISL) tahun 2014 itu.
Menurut penuturan Ilham, kamar Fian pun penuh dengan atribut yang berbau Persib Bandung, mulai dari stiker, merchandise, dan banyak lainnya, kini semua telah berubah menjadi pajangan untuk dikenang.
Baca juga: Lengkapi Pemain Asing Asia, Persib Bandung Rekrut Daisuke Sato Gantikan Mohammed Rashid
"Keluarga kami memang pecinta Persib Bandung, tapi dia (Fian) lebih cinta dengan Persib. Kalo kita mungkin nonton di Televisi sudah cukup, tapi Fian engga,"ungkap Ilham.
"Dia (Fian) selalu pengen nonton pertandingan Persib Bandung secara langsung, datang ke Stadion,"lanjutnya.
Namun kini, sosok yang periang itu telah pergi dan meninggalkan duka mendalam tak hanya bagi keluarga dekatnya, namun seluruh pecinta sepak bola tanah air.
Tak ada yang menyangka Fian akan menjadi korban dari desak-desakan yang terjadi saat hendak masuk ke Stadion GBLA kala itu.
Baca juga: Jadwal Pertandingan Piala Presiden 2022 di Grup Neraka, Dibuka Persib Vs Bali United
Sebelumnya, Fian memang izin kepada keluarganya untuk menonton Persib Bandung bersama rekan-rekannya dari Viking Kordinator Wilayah (Korwil) Bogor.
"Almarhum (Fian) sebelum berangkat sudah pamit ke kekeluarga untuk menonton pertandingan,"tutur Ilham.
Kabar duka dari Bandung itu pun sampai ke keluarga Fian di Bogor sekira pukul 02.00 dini hari. Dua polisi tiba mengendarai mobil untuk memastikan keberadaan rumah seraya membawa berita duka tersebut.
"Jam 2 ada dua anggota kepolisian dari Polresta Bogor datang ke rumah, bertemu dengan orang tua, ke bapaknya Fian dan melaporkan kejadian tersebut,"ujar Ilham.
Keluarganya sempat tak menyangka jika Fian menjadi korban ulah berdesak-desakan semata.
"Kami awalnya emosional semua mas, karena saya lihat foto dia (Fian) dikirim dari petugas rumah sakit itu wajahnya sampai biru kehijauan,"ungkap Ilham.
"Muka dia kan warnanya sawo matang, nah itu karena lebam-lebam jadi seperti itu, kami mengiranya bukan hanya kehabisan nafas tapi memang seperti diinjak-injak,"jelas Ilham.
Kedatangan jenazah Fian diusung dengan menggunakan ambulans dari Bandung dan diampingi oleh pihak kepolisian dari Bandung.
Miris, itulah satu-satunya kalimat yang keluar dari mulut Ilham ketika mendengar kabar bahwa sepupunya harus menjadi korban kefanatikan dari sesama pecinta Persib Bandung.
Ilham menyayangkan sikap egois yang ditunjukkan oleh para Bobotoh yang kala itu ada di tempat kejadian. Menurutnya hal seperti itu tidak menunjukkan sifat solidaritas dari sesama Bobotoh maupun Viking.
Ilham pun membeberkan kronologi yang ia dapatkan, menurut penuturannya, Fian mulanya bersama ingin masuk bersama seorang temannya.
"Dia meluk anak Tri Dharma (TD) dari belakang gitu, nah anak TD ini bisa lolos masuk, Fian jatuh,"ujar Ilham.
"Dari banyaknya penonton, bahkan ratusan yang peduli sama dia (Fian) ini cuma dua orang, dua orang ini yang melaporkan ke petugas,"kata Ilham.
Melalui Ilham, saat ini keluarga Fian sudah menerima kejadian tersebut, namun tetap mengikuti dan mebantu semua proses yang dijalankan oleh pihak Kepolisian.
"Keluarga sih udah bisa nerima, tapi tetap ikuti prosesnya seperti apa,"ujar Ilham.
Mendiang Sofian Yusuf dimakamkan di dekat kediamannya di Ciparigi, Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (18/6/2022). (M39)