Indonesia Open

Eng Hian Pelatih Ganda Putri Pelatnas PBSI Berharap Apriyani/Fadia Masuk Ranking 8 Besar Dunia

Pelatih yang akrab disapa Koh Didi itu pun berharap, Apriyani/Fadia bisa terus meraih prestasi sehingga masuk dalam delapan raking dunia.

Editor: Umar Widodo
Humas PBSI
Eng Hian pelatih ganda putri utama Pelatnas PBSI Cipayung 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian melihat pasangan anyar, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti punya prospek yang bagus.

Saat pertama kali dipasangkan, Apriyani/Fadia sukses meraih medali emas di SEA Games Vietnam.

Kemudian pada Indonesia Masters 2022 keluar sebagai runner-up, tapi pada Indonesia Open 2022 ini mereka harus tersingkir pada babak perempat final.

Pelatih yang akrab disapa Koh Didi itu pun berharap, Apriyani/Fadia bisa terus meraih prestasi sehingga masuk dalam delapan raking dunia.

Pasalnya, ranking delapan dunia bakal memudahkan mereka tampil pada Olimpiade Paris 2024.

“Target tentunya secepat mungkin masuk ke top elit dunia, itu bisa kita bilang top 8, di atas 8 itu grade kedua dan kita semua tahu yang juara di turnamen level 500 ke atas rata-rata di grade 1, pasangannya itu-itu saja, yang lainnya kalau juara di super 300, saya sebut di grade kedua,” kata Koh Didi di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silvia Ramadhanti usai mengalahkan wakil Belanda, Debora Jille/Cheryl Seinen pada babak pertama atau 32 besar Indonesia Masters 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022).
Pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silvia Ramadhanti diharapkan bisa tembus rangking 8 dunia. (Tribunnews/Abdul Majid)

“Jadi kita harapkan Apri/Fadia bisa masuk ke grade 1. Kalau tahun ini bisa terealisasi ya akan lebih baik supaya pematangannya lebih panjang lagi menuju olimpiade 2024,” jelasnya.

Lebih lanjut, Koh Didi menjelaskan untuk persaingan di sektor ganda putri memang tidak banyak perubahan.

Perubahan justru terjadi pada ganda putri Indonesia, di mana Greysia Polii memutuskan untuk pensiun dan Fadia dipasangkan dengan Apriyani.

Baca juga: Apriyani/Fadia: Kami Belum Capek, Usai Pastikan Lolos ke Perempat Final Indonesia Open 2022

Baca juga: Fadil Imran Sekjen PP PBSI Pantau Langsung Kondisi Marcus Gideon dan Apriyani Rahayu Pasca Cedera

Meskipun demikian, Koh Didi meyakini, Apriyani yang sudah banyak pengalaman bersaing dengan pemain top level hingga menjuarai Olimpiade Tokyo 2022 bisa membawa  dan membimbing Fadia tampil lebih baik lagi.

“Persaingan ganda putri sendiri tidak banyak bergeser ya, karena saya melihat pasca Olimpiade yang bergeser cuma pasangan kita yang lainnya masih nguber ke 2024,” kata Koh Didi.

“Ini menurut saya yang dalam artian pemain ini jadi saingan Greysia/Apri, paling tidak Apri sudah tahu bagaimana dan kebutuhannya seperti apa. Ini yang kita harapkan Apri bisa bimbing Fadia, bisa kasih tahu, lu harus begini-begini,” pungkasnya,

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved