Kota Bogor

Jenderal Dudung Abdurrahman ke Pasar Anyar Kota Bogor Perintahkan Cari Agen Minyak Goreng Nakal

Perintahkan cari agen minyak goreng nakal. Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI AD, Jenderal Dudung Abdurrahman ke Pasar Anyar Kota Bogor.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Cahya Nugraha
Jenderal Dudung Abdurrahman ke Pasar Anyar Kota Bogor Perintahkan Cari Agen Minyak Goreng Nakal. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Jenderal Dudung Abdurrahman ke Pasar Anyar Kota Bogor perintahkan cari agen minyak goreng nakal.

Kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI, Dudung Abdurrahman dalam rangka melihat dinamika operasi Satgas pengendalian minyak goreng di kota Bogor, Jawa Barat.

Kunjungan Jenderal TNI Dudung Abdurrahman berlokasi di Pasar Anyar, Kota Bogor, pada Senin (30/5/2022).

Baca juga: Galang Dana Abadi, UI Gelar Turnamen Golf ke-72 Dies Natalis UI, Terkumpul Rp 600 Juta

Adapun yang mendampingi Dudung adalah Kepala Satgas Pengendalian Minyak Goreng, Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

"Adapun hasil operasi Satgas selama 4 hari ini yang dimulai sejak Kamis (26/5/2022) ditemukan bahwa terdapat sekitar 48 kios kini tersisa 10 kios yang menjual harga eceran tertinggi 10 persen," ucap kepala Satgas Pengendalian Minyak Goreng, Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro.

Susatyo menerangkan bahwa hasil pemeriksaan terhadap para penjual minyak goreng, terungkap fakta alasan tingginya harga jual di tingkat pengecer.

Fakta tersebut dikarenakan harga beli di tingkat agen dan distributor yang tinggi.

Baca juga: Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto: Pendidikan Penting untuk Kemajuan Bangsa, Contoh Bung Karno

Susatyo menyarankan agar ada batas harga jual mulai tingkat agen, hingga distributor minyak goreng curah.

Satgas juga melakukan pengecekan kepada 15 pengecer, 16 agen dan 8 Depo. Hasilnya, dia menyebut harga minyak goreng sudah mulai stabil di Kota Bogor.

Meski begitu Susatyo menerangkan masih ada pedagang yang menjual di atas HET. Nantinya, kita dalami lagi untuk mengetahui mengapa masih adanya disparitas harga yang berbeda di sejumlah pasar.

"Nantinya akan kita dalami lagi faktor yang menyebabkan penjual masih di atas HET, namun secara umum untuk harga minyak di wilayah Bogor sendiri Ini sudah stabil," ucap Susatyo.

Susatyo menambahkan bahwa untuk penempelan stiker sendiri cukup efektif sebab beberapa hari yang lalu ditemukan terdapat satu pasar yang stickernya merah semua.

"Selanjutnya, Satgas melakukan pembinaan dan kita cari pokok permasalahannya dimana. Apa mungkin ada di ongkos angkut atau kuli angkut atau sebagainya?," Kata Susatyo.

Kini beberapa kios sudah menurunkan harga mulai Rp 500 hingga Rp1.000 yang tentunya berpengaruh sekali kepada pembeli.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved