Berita UI

Gol A Gong: Penduduk Indonesia 273 Juta Jiwa, Jumlah Buku 28 Juta yang Punya Ponsel 370 Juta Unit

Perpustakaan UI kaji strategi tumbuhkan budaya literasi generasi Alfa. Gol A Gong: Penduduk Indonesia 273 juta jiwa, jumlah buku 28 juta.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Gol A Gong: Penduduk Indonesia 273 Juta Jiwa, Jumlah Buku 28 Juta yang Punya Ponsel 370 Juta Unit. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Gol A Gong: Penduduk Indonesia 273 juta jiwa, jumlah buku 28 juta yang punya ponsel 370 juta unit.

Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia termasuk dalam 10 negara dengan tingkat literasi paling rendah.

Menurut Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, budaya literasi menurun pada generasi muda karena kurangnya koleksi buku dan jumlah penulisnya. 

Baca juga: Galang Dana Abadi, UI Gelar Turnamen Golf ke-72 Dies Natalis UI, Terkumpul Rp 600 Juta

Dari 273 juta penduduk Indonesia, hanya 28 juta buku yang tersedia di perpustakaan. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah kepemilikan ponsel yang mencapai 370 juta buah.

“Salah satu akar masalah dari kurangnya buku adalah kurangnya jumlah penulis di Indonesia. Saya bertanya ke Perpustakaan Nasional, ini kekurangan buku atau tidak ada penulis? Ternyata tidak ada penulis, penulisnya itu-itu saja,” kata Gong dalam webinar bertajuk “Strategi Membangun Budaya Literasi pada Generasi Alfa”, Rabu (25/5).

Webinar ini merupakan seri ke-3 dari 7 webinar nasional yang diadakan Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi pada generasi muda.

Baca juga: Mahasiswa UI Temukan Bahan Bakar Gas untuk Memasak dan Bahan Bakar Kendaraan dari Tanaman Selada Air

Hadir pula pada acara tersebut: Pendiri Taman Bacaan Masyarakat Lentera Pustaka, Dr. (c) Syarifudin Yunus, M.Pd.; Pustakawan UI, Kurniawati Yuli Pratiwi, S.Hum, dan Pustakawan Binus School Semarang, David Judha Siagian, S.Hum.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, mengutip pernyataan Strauss dan Howe dalam buku Generations: the history of America's future bahwa perubahan generasi terjadi pada masyarakat sekitar 20 tahun sekali. 

Setiap generasi memiliki karakteristik yang berpengaruh pada cara mereka belajar dan mengelola informasi.

Menurut Mark McCrindle, generasi Alfa yang lahir pada 2011–2025 adalah generasi yang dekat dengan teknologi digital dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved