Berita Jakarta

Penambahan Ruas Jalan Ganjil Genap di Jakarta Dikritik, Hanya Menambah Beban Masyarakat

Menurutnya, Pemprov DKI terlihat tidak memiliki kepekaan terhadap beban rakyat dalam suasana Covid-19, dengan pengeluaran warga saat harga bensin naik

Editor: murtopo
Warta Kota/Nur Ichsan
ILUSTRASI -- Pemerintah daerah DKI Jakarta akan menambah ruas jalan ganjil genap (gage) pelat mobil pribadi. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Legislator DKI Jakarta mengkritisi rencana pemerintah daerah yang akan menambah ruas jalan ganjil genap (gage) pelat mobil pribadi. Pengawas pemerintah daerah itu berpandangan, kebijakan tersebut justru menyulitkan masyarakat di tengah perekonomian mulai berangsur naik akibat Covid-19.

“Rakyat butuh solusi yang lebih baik dalam mengatasi kemacetan, bukan sekadar perluasan ganjil genap. Penambahan ruas ganjil genap dari 13 jalan menjadi 25 jalan hanya menambah beban rakyat,” kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak pada Kamis (26/5/2022).

Menurutnya, Pemprov DKI terlihat tidak memiliki kepekaan terhadap beban rakyat dalam suasana Covid-19, dengan pengeluaran bahan bakar yang membesar saat harga bensin naik.

Kebijakan ganjil genap hanya menambah panjang jalur perjalanan dan menambah beban rakyat.

“Kalau itu semakin diperluas maka semakin besar beban rakyat untuk membeli bahan bakar. Warga tidak mungkin menggunakan mobilnya hanya enam bulan dalam setahun karena kebijakan ini,” ujar Gilbert dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Gilbert juga menyoroti hasil kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Eropa beberapa waktu lalu untuk menggunakan mobil listrik yang dianggap tidak menyentuh kebutuhan rakyat saat ini. Mobil listrik adalah kebutuhan masa depan, sementara saat ini mobil listrik menjadi beban yang terlalu mahal karena harga baterainya hampir seharga mobil.

Baca juga: Harap Diperhatikan, Ganjil Genap di 25 Ruas Jalan DKI Jakarta Dimulai 6 Juni 2022, Berikut Lokasinya

“DKI saat ini butuh mobil solar atau gas yang layak, dan menambah armada berikut sarana pengisian bahan bakar yang diperbanyak,” ucapnya.

Seperti diberitakan, Pemprov DKI Jakarta akan memperluas kebijakan ganjil genap (gage) pelat mobil pribadi menjadi 25 ruas jalan, mulai Senin (6/6/2022) mendatang. Sejak pandemi Covid-19 terjadi, pemerintah daerah sempat meniadakan kebijakan ini dan saat Covid-19 melandai aturan gage hanya dilaksanakan di 13 ruas jalan sampai sekarang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, reaktivasi kebijakan pembatasan lalu lintas melalui sistem gage di 25 ruas jalan akan segera dilakukan. Hal itu diputuskan setelah Dishub DKI mengkajinya dengan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Baca juga: Volume Lalu Lintas Meningkat, Ganjil Genap di Jakarta Ditambah Jadi 25 Titik, Berikut Lokasinya

“Mulai 6 Juni untuk pemberlakuan gage itu mulai berlaku di 25 ruas jalan sebagaimana diatur dalam Pergub Nomor 88 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap,” kata Syafrin pada Kamis (26/5/2022).

Syafrin mengatakan, kebijakan itu kembali diterapkan karena berkaca pada situasi arus lalu lintas saat ini.

Setelah libur lebaran, kata dia, terjadi peningkatan volume kendaraan lalu lintas yang hampir merata di ruas jalan Ibu Kota.

Berdasarkan analisis petugas, kepadataan volume kendaraan rupanya terjadi di beberapa ruas jalan yang sebelumnya pernah diterapkan gage.

Baca juga: Jalanan Ibu Kota Kembali Macet, Ganjil Genap & Tilang Sudah Diterapkan Sejak Senin (9/5/2022)

Pada saat kebijakan gage di 25 ruas jalan diterapkan, arus lalu lintas di beberapa lokasi sentra bisnis Jakarta cenderung melandai, misalnya di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) dan kawasan Sudirman-Thamrin.

Namun ketika kebijakan gage hanya diberlakukan di 13 ruas jalan saja, kawasan itu kembali macet.

Dengan diterapkannya kebijakan gage di 25 ruas jalan, diharapkan kinerja lalu lintas pada ruas jalan sibuk tersebut akan kembali turun.

“Maka itu hasil rapat disepakati untuk gage akan direaktivasi kembali sesuai Pergub Nomor 88 tahun 2019. Artinya yang saat ini melalui pengaturan pada 13 ruas jalan, ini akan direaktivasi pada 25 ruas jalan,” ujar Syafrin. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved