Berita UI

Ini Sosok Kristanti Dewi Dosen Cantik FTUI yang Teliti Pola Hidup Warga Kampung Pulo Jakarta Timur

Dosen cantik FTUI yang teliti pola hidup Kampung Pulo, Jakarta Timur. Namanya Kristanti Dewi Paramita, S.Ars., M.A., Ph.D.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Ini Sosok Kristanti Dewi Dosen Cantik FTUI yang Teliti Pola Hidup Warga Kampung Pulo Jakarta Timur. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Inilah sosok Kristanti Dewi dosen cantik FTUI yang teliti pola hidup Kampung Pulo, Jakarta Timur

Kristanti Dewi Paramita, S.Ars., M.A., Ph.D., dosen dan peneliti Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menjadi satu-satunya perwakilan penulis Asia dalam buku Territories, Environments, Politics yang diterbitkan oleh Routledge.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari para pakar dari berbagai bidang, mulai dari Arsitektur, Perkotaan, Geografi, hingga Sosiologi dan Kriminologi. 

Baca juga: Kolaborasi dengan Coventry University, Rektor UI Sebut Mahasiswa Dilibatkan dalam Riset dan Inovasi

Pemikiran Kristanti tertuang dalam bab dengan judul Passage Territories: Reconstructing the Domestic Spatiality of an Indonesian Urban Kampung.

Dalam tulisannya, Kristanti menyampaikan gagasan tentang wilayah domestik kampung kota yang memiliki karakteristik padat penduduk, berpenghasilan rendah, kerap rentan terhadap penggusuran,  serta memiliki kondisi lingkungan bertinggal yang kurang baik.

Dengan karakteristik tersebut, Kristanti juga menyampaikan perlunya merekonstruksi pandangan 'tradisional' tentang wilayah domestik kampung melalui pemahaman terkait wilayah lintas (passage territories) untuk menciptakan ruang domestik yang berbasis koneksi yang tersebar dan berlapis antar ruang.

Baca juga: Dari 67 Juta Baru 1 Persen Terferifikasi, UI Halal Center Dampingi UMKM Miliki Sertifikasi Halal

Kristanti memfokuskan penelitiannya pada Kampung Pulo, Jakarta sebagai contoh kampung kota.

“Saya meneliti pola hidup penduduk Kampung Pulo terkait berbagai praktik spasial yang membentuk wilayah domestik yang dipengaruhi oleh perpindahan hunian para penduduknya. Penelitian ini menyoroti karakteristik penduduk Kampung Pulo yang tersebar, performatif, dan transgresif," kata Kristanti.

"Biasanya, kita membahas teritori sebagai sesuatu yang bisa kita kontrol. Sesuatu yang memiliki batas dan kepemilikan. Melalui buku ini, saya berupaya menjelaskan bahwa teritori di kampung ditentukan berdasarkan pergerakan yang dinamis. Sesuai yang terdistribusi, bukan berdasarkan ownership, tetapi konektivitas sosial dan spasial," tambahnya

Menurut Kristanti, di kampung yang diteliti, satu keluarga bisa tinggal di tiga rumah yang dapat terletak berdekatan maupun berjauhan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved