Sabtu, 16 Mei 2026

Metropolitan

Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Daging Sapi, Pemprov DKI Jakarta Resmi Gandeng KUD Kabupaten Blora

Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Daging Sapi, Pemprov DKI Jakarta Resmi Gandeng KUD Kabupaten Blora. Berikut Selengkapnya

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Ilustrasi peternakan sapi 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Jalin nota kesepakatan, Perumda Dharma Jaya resmi menggandeng Koperasi Unit Desa (KUD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah untuk memasok sapi ke DKI Jakarta. 

Kabar baik itu disampaikan Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman.

Dirinya mengatakan, potensi hewan sapi di Kabupaten Blora sangat besar dan kualitasnya sudah memenuhi standar.

Hanya saja, sambung Raditya, keseragaman pada hewan sapi yang akan disuplai ke Jakarta perlu ditingkatkan.

Raditya menilai, dengan sudah banyak peternakan komunal di Blora maka hewan sapi seharusnya memiliki standar yang seragam karena pakan dan perlakuannya sama.

Apalagi Jakarta bukan daerah produksi karena itu membutuhkan dukungan dari daerah-daerah lain, termasuk dari Blora.

 

“Diharapkan kerja sama bisa berlanjut dan berkembang bukan terbatas pada suplai hewan sapi saja, tapi mendukung kebutuhan komoditas lainnya di DKI Jakarta,” kata Raditya pada Rabu (25/5/2022).

Baca juga: Sukseskan Program Bogor Cerdas hingga Sport and Tourism, Pemkab Bogor Gandeng Ormas

Baca juga: Diusir Keluarga, Polisi Buru Ayah yang Tega Aniaya Anak Kandungnya di Tanjung Duren

Sementara itu Bupati Blora Arief Rohman, menyambut baik kerja sama antara Pemerintah DKI Jakarta dengan KUD Wargo Tani Kabupaten Blora.

Arief mengatakan, Blora merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang secara populasi sapinya terbesar hampir 270.000 ekor.

 

Namun, kata dia, belum dikelola secara masif sehingga hanya sebatas untuk kebutuhan rumah tangga.

Terdiri dari sekitar 270 desa dan 29 kelurahan, saat ini Pemkab Blora tengah gencar memasifkan peternakan komunal dengan menggandeng koperasi-koperasi dan desa-desa melalui Bumdes.

 

“Tercatat, sudah ada 200 peternak komunal di Blora sampai saat ini, tapi memang harus didampingi untuk spek yang dibutuhkan dagingnya seperti apa, kemudian targetnya setiap hari tambah berapa kilogram, kami menggandeng perguruan tinggi untuk mendampingi petani agar sepeknya sesuai dengan kebutuhan Jakarta,” katanya.

 

Arief mengatakan, keseriusan Pemkab Blora mengembangkan potensi peternakan perlu dibarengi dengan ketersediaan pasar.

Menurutnya, DKI Jakarta adalah daerah yang paling prospektif karena kebutuhan daging Jakarta sangat tinggi.

 

Karena itu, Pemkab Blora menjalin kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk nantinya potensi peternakan yang dimiliki dapat dipasarkan ke Jakarta.

Harapannya, kebutuhan daging sapi di Jakarta bisa terpenuhi dan secara perekonomian di Blora juga meningkat.

 

“Saya yakin Blora akan mendapatkan manfaat dari kerja sama ini. Bahwasanya kami adalah daerah dengan peternakan dan pertanian butuh off taker atau mitra bagaimana petani kami untuk lebih makmur, tentunya kami butuh mitra untuk pemasaran,” jelas Arief.

 

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Kabupaten Blora dalam hal penjualan hewan sapi hidup.

Kerja sama ini dituang dalam nota kesepahaman (MoU) yang diteken Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman dan Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Kabupaten Blora, Sukono.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, penandatangan itu dilakukan di kantor Perumda Dharma Jaya, Jalan Penggilingan Raya, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur pada Selasa (24/5/2022) lalu.

Saat itu Bupati Blora Arief Rohman juga turut menyaksikan penandatangan antarkedua belah pihak.

 

Kata Suharini, kerja sama ini bukan hanya suplai daging, tapi ternak hidupnya. Perempuan yang akrab disapa Eli ini menyebut, populasi sapi di Blora terbesar di Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 270.000 ekor, sehingga Pemerintah DKI merasa perlu berkolaborasi dengan Blora.

 

Menurut dia, kebutuhan daging sapi untuk rumah tangga di Jakarta cukup tinggi mencapai 274 ton per pekan.

Kerja sama ini juga turut membuktikan bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi besar untuk hewan ternak sapi, sedangkan Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pangsa pasarnya.

 

“Pada kesempatan seperti ini, kami harus bersama-sama menyadari bahwa Pemprov DKI Jakarta kebutuhan pangannya berasal dari daerah lain. Kabupaten Blora juga daerah yang bebas penyakit mulut dan kuku (PMK), itu salah satu poin penting bagaimana kemudian kami melanjutkan kerja sama ini,” kata Eli pada Rabu (25/5/2022). 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved