Berita UI

Menteri Kesehatan Minta Ahli FKUI Bahas Hepatitis Akut, Ini Penjelasan Dekan FKUI Prof Ari Fahrial

Ini penjelasan Dekan FKUI Prof Ari Fahrial. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin minta ahli FKUI bahas Hepatitis Akut

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Menteri Kesehatan Minta Ahli FKUI Bahas Hepatitis Akut, Ini Penjelasan Dekan FKUI Prof Ari Fahrial 

1. Akibat jarang terpapar Adenovirus saat pandemi.

2. Akibat mutasi Adenovirus varian baru. 

3. Merupakan sindrom post-infeksi SARS-CoV-2.

4. Akibat paparan obat/lingkungan.

5. Adanya patogen baru. Keenam, disebabkan varian baru SARS-CoV-2.

Baca juga: Kalahkan 60 PT Indonesia dan Malaysia, Mahasiswa Vokasi UI Juara Kompetisi Pariwisata Indonesia 12

Menurut Dr. Budiman, perlu dilakukan pemeriksaan kemungkinan penyebab penyakit sesuai gejala klinis yang ditemukan. 

Ia menyanggah adanya korelasi antara vaksin Covid-19 dan kasus Hepatitis Akut. Mayoritas pasien berusia 3–5 tahun dan kebanyakan dari mereka tidak menerima vaksin Covid-19.

Terlebih, Adenovirus yang dikaitkan dengan sebagian besar kasus adalah Adenovirus Tipe 41 sehingga berbeda dengan yang digunakan dalam beberapa vaksin Covid-19.

Oleh karena itu, tidak terbukti adanya korelasi antara vaksin Covid-19 dan kasus Hepatitis Akut Berat.

Hepatitis Akut Berat dapat menular melalui mulut dari benda, makanan, atau minuman yang terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi virus serta saluran pernapasan.

Dr. Budiman menyarankan kepada fasilitas pelayanan kesehatan agar menggunakan standar pencegahan dan pengendalian infeksi, terutama pada semua staf yang terlibat. Akan lebih baik jika anak dirawat dalam kamar yang memiliki kamar mandi dan toilet khusus.

Dr. Budiman juga mengimbau masyarakat agar menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak); memastikan makanan dan minuman tidak tercemar; dan melindungi anak dari infeksi melalui fekal-oral serta saluran napas.

Baca juga: Cerita Alumni Universitas Indonesia Mendirikan Farmaklik, Mangharukan

Ada tiga aspek pemicu terjadinya penyakit, yaitu penderita, penyebab, dan lingkungan. 

Faktor dari penderita meliputi pengetahuan dan perilaku, kebersihan diri, imunitas dan nutrisi tubuh, serta riwayat infeksi dan vaksinasi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved