Wali Kota Depok Berharap Jakarta seperti Kota Jeddah, Jadi Pusat Bisnis

Muhammad Idris mengatakan harusnya adanya antisipasi dalam membangun Jakarta dan Bodetabek di masa depan

Penulis: Gilar Prayogo | Editor: murtopo
YouTube Warta Kota
Muhammad Idris dalam acara webinar Masa depan Jakarta, Pemindahan Ibu Kota dan Tinjauan Dalam Perspektif Pemda se-Jabodetabek yang digelar oleh Warta Kota, Senin (23/5/2022). 

Laporan Wartakotalive.com Gilar Prayogo

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Wali Kota Depok Mohammad Idris berharap Jakarta bisa seperti Kota Jeddah, Arab Saudi, menjadi pusat bisnis nasional dan internasional.

Hal itu diungkapkan Mohammad Idris dalam webinar Masa Depan Jakarta, Pemindahan Ibu Kota dan Tinjauan dalam Perspektif Pemda Se-Jabodetabek yang digelar oleh Wartakota, Senin (23/5/2022).

Muhammad Idris mengatakan harusnya adanya antisipasi dalam membangun Jakarta dan Bodetabek di masa depan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan warga.

"Fungsi Jakarta dari mengemban fungsi kota, dari pusat pemerintahan, ekonomi, perdagangan dan jasa menjadi pusat perekonomian nasional," ujarnya.

Baca juga: Bima Arya Sebut Jakarta Tak Akan Jadi Sentra Bisnis dan Wisata Bila Hal Ini Masih Dilakukan

Dirinya mengatakan Jakarta bisa disamakan dengan kota di Arab Saudi, yaitu Jeddah. 

Kota Jeddah adalah kota pusat perekonomian nasional dari negara Arab Saudi. 

Ia mengatakan pemerintah harus melakukan sinergi dengan kota, kabupaten dan daerah yang bersinggungan dengan Kota Jakarta.

Baca juga: Wali Kota Bogor Bima Arya Menilai Magnet Jakarta Akan Semakin Kuat Pasca Tidak Jadi Ibu Kota Negara

"Jakarta harus menjadi role model dalam berbagai urusan, termasuk pemerintahan. Maksudnya adalah mempertahankan model pemerintahan daerah, dengan menitikberatkan otonomi daerah provinsi," ucapnya.

Kata Muhammad Idris Jakarta telah menerapkan model pemerintahan yang efektif, demokratis dan efisien. 

Pemilihan secara politik lebih baik hanya untuk gubernur, tetapi walikota sebagai jabatan karir yang membuat jadi lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Wali Kota Depok Mohammad Idris lebih Suka Depok Gabung ke Jakarta Pasca Tidak Lagi Jadi Ibu Kota

Menurutnya pemerintah sudah tidak egois atau egosentris terhadap kota dan kabupaten. Lewat persamaan visi dan misi dalam hal mensejahterakan masyarakat.

"Namun dalam praktek birokrasi bantuan-bantuan yang diberikan atau hibah mengalami banyak kesulitan," katanya.

Dirinya mengatakan dana yang diberikan untuk suatu kota diberikan sesuai dengan kebutuhannya.


(Gilar Prayogo/m34)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved