Pancoran Mas Depok

Dishub dan Polres Metro Depok Siapkan Mitigasi Cegah Kepadatan di Sekitar Jalan Dewi Sartika

Menurutnya, sesuai pengamatan di lapangan antrean kendaraan terjadi di sejumlah titik sepertiJalan Sawangan, Jalan Nusantara, Jalan Arif Rahman Hakim

Editor: murtopo
TribunnewsDepok
Lintasan rel kereta api di jalan Dewi Sartika Depok yang terkena dampak proyek pembangunan underpass 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok menemukan antrean kendaraan terjadi di sejumlah titik sepertiJalan Sawangan, Jalan Nusantara, Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), Jalan Tanah Baru dan Pitara pasca ditutupnya perlintasan kerwta di Jalan Dewi Sartika.

Seperti diketahui perlintasan kereta di Dewi Sartika ditutup hingga Desember mendatang untuk mempermudah pengerjaan pembangunan underpass atau jalan terowongan Dewi Sartika.

Seperti dilansir dari berita.depok.go.id, Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Polres Metro Depok telah melakukan evaluasi penerapan rekayasa lalu lintas (lalin) pembangunan underpass atau jalan terowongan Dewi Sartika.

Dishub Kota Depok juga sudah memetakan sejumlan titik kepadatan kendaraan.

Baca juga: Dishub Upayakan Meminimalisir Kemacetan Jika Rekayasa Lalin Terjadi Terkait Underpass Dewi Sartika.

Kepala Dishub Kota Depok Eko Herwiyanto mengatakan, berdasarkan pantauan per 18 Mei 2022, penerapan rekayasa lalin memang perlu dilakukan berdasarkan dokumen persetujuan hasil Analisis Dampak Lalu Lintas yang telah diterbitkan oleh Dishub Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, sesuai pengamatan di lapangan antrean kendaraan terjadi di sejumlah titik sepertiJalan Sawangan, Jalan Nusantara, Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), Jalan Tanah Baru dan Pitara.

“Kami sudah menyiapkan mitigasi misalnya dengan melakukan evaluasi personel gabungan dari Satlantas Polres Metro Depok, Dishub dan Satpol PP di beberapa titik, di antaranya Jalan Sejajar Rel, Jembatan Sting, Simpang Sengon, Simpang PLN, Bawah Fly over ARH, Simpang Tanah Baru, Simpang Kodim, Jalan Salak ke Jalan ARH, belakang terminal dan terdapat juga petugas yang melakukan mobilisasi,” kata Eko kepada berita.depok.go.id, Jumat (20/05/22).

Baca juga: Minimalisir Kemacetan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Selama Pembangunan Underpass Dewi Sartika

Dikatakan Eko, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap waktu siklus Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).

Sekaligus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, untuk memperhitungkan waktu perjalanan.

Sementara itu, Wakil Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol David Purba menambahkan, sejak awal penerapan, pihaknya telah menyiapkan 35 personel satuan lalin.

Begitu juga dari Polsek Beji dan Polsek Pancoran Mas.

Baca juga: Rekayasa Lalin Proyek Underpass Dewi Sartika Belum Ada, Dishub Kota Depok Masih Berlakukan Satu Arah

Selain itu, ujar dia, dibantu oleh Dishub sebanyak 20 personel dan Satpol PP sebanyak 10 personel.

“Kurang lebih ada 65 personel, mudah-mudahan ini cukup demi melancarkan kegiatan rekayasa jalan. Pembagiannya akan kita bagi shift karena ini selama 24 jam, jadi selama 12 jam untuk setiap orangnya“ katanya.

“Jadi ada satu shift sekitar 15 - 20 orang akan kita bagi. Karena beberapa tempat seperti di Jalan Nusantara, Jalan ARH, Jalan Sejajar Rel itu akan terjadi yang semula satu arah menjadi dua arah jadi akan kita bagi titik tersebut. Lokasi pembangunan akan steril,” tutupnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved