Pendidikan

Tambah Kuota Zonasi, Disdik Jabar Tak Ingin Siswa yang Tinggal Diperbatasan Bermasalah

Kepala Disdik Provinsi Jabar Dedi Supandi mengatakan, dari 100 persen kuota dibagi menjadi beberapa tahap.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi seusai meresnikan Playeducation di Sekolah Cakra Buana, Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (19/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Memasuki masa penerimaan peserta didik baru (PPDB), Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat menjabarkan persentase 100 persen pembagian slot kuota pendaftaran.

Kepala Disdik Provinsi Jabar Dedi Supandi mengatakan, dari 100 persen kuota dibagi menjadi beberapa tahap, tahap pertamanya adalah afirmasi sebanyak 20 persen, prestasi 25 persen, perpindahan orang tua 5 persen, dan zonasi 50 persen.

"Yang afirmasi ini terdiri dari 12 persen untuk keluarga tidak mampu. Kalau enggak mampu bersekolah tidak ada kaitannya dengan zonasi, itu bisa," tutur Dedi kepada wartawan saat berkunjung ke Kantor PWI Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (19/5/2022).

Kadang, lanjut Dedi, siswa yang tidak keterima karena salah milih jalur. Misalnya, mereka yang masuk dalam kategiru keluarga miskin jangan memilih jalur prestasi atau zonasi.

Baca juga: Cegah Klaster Sekolah, Kepala Disdik Jabar Tetap Perintahkan Penggunaan Masker di Lingkungan Sekolah

"Kalau lokasinya jauh (antara rumah ke sekolah) ya jangan memilih zonasi tapi afirmasi karena ada slot 12 persen, apalagi PPDB sudah menarik data dari sistem Dinsos walaupun yang menentukan miskin atau tidaknya bukan Disdik ya," papar Dedi.

Sedangkan 5 persennya lagi, jalur afirmasi digunakan untuk kondisi tertentu seperti adanya siswa yang merupakan anak dari petugas gugus tugas Covid-19 yang memiliki SK.

Kondisi ini membuat orang tua yang memiliki SK gugus tugas Covid-19 bisa mendaftarkan putra atau putri tercintanya untuk lolos dalam PPDB.

Baca juga: Terkendala di KK dalam Penerimaan PPDB 2022, Sugiyanto Harus Tunda Anaknya Masuk SD Pilihan

"Nah yang 3 persennya untuk disabilitas atau anak dengan kekhususan yang bisa masuk sekolah melalui PPDB tanpa jalur zonasi," akunya.

Sementara jalur untuk perpindahan TNI-Polri atau anak guru masih tetap diberikan jatah dalam PPDB sebesar 5 persen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved