Minggu, 26 April 2026

Gara-gara Jadi Penyebab Kekalahan Timnya Saat Main Game Online, Bocah 16 Tahun Dibully Temannya

Kronologis awal yaitu korban bersama para terlapor yang merupakan anak di bawah umur juga, diketahui merupakan teman bermain di suatu kawasan.

Editor: murtopo
Tribunnews.com
Ilustrasi Anak sedang di bullying 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TANGSEL-Terungkap sudah motif bullying dan penganiayaan bocah 16 tahun yang terjadi Minggu (15/5/2022) lalu di Serpong, Tangerang Selatan.

Usai video penganiayaan tersebut viral, polisi pun langsung bergerak cepat.

Empat dari delapan pelaku pun telah dimintai keterangan. Keempatnya masih berusia di bawah umur.

"Kronologis awal yaitu korban bersama para terlapor yang merupakan anak di bawah umur juga, diketahui merupakan teman bermain di suatu kawasan. Mereka juga semuanya saling bertetangga," ucap Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Aldo Primananda Putra saat ditemui di Polres Tangsel, Rabu (18/5/2022) malam.

Baca juga: Soroti Kasus Bullying, Pemkot Depok Siapkan Tim Psikolog untuk Dampingi Korban, Pelaku dan Keluarga

Dari keterangan saksi, diketahui korban dan pelaku hendak begadang.

Pada saat begadang, mereka ingin bermain game online secara tim.

"Kemudian tim itu kalah yang diduga kesalahan dari korban. Akibat  kekalahan dari tim itu, korban menjadi pelampiasan para teman-teman yaitu teman-teman para  pelaku (anak  yang dilaporkan)," ujarnya.

Dari video, diketahui pula korban disundut oleh rokok di lidah hingga abu rokoknya mati di dalam lidah.

Baca juga: Cegah Bullying Kekerasan Terhadap Anak, Pemkot Depok Gelar Edukasi Bersama Polres Depok 

Kemudian korban yang phobia terhadap buah juga ditakut-takuti dengan buah pepaya yang ada di tkp.

"Korban juga ditakut-takuti dengan pisau untuk diancam akan dtusuk-tusuk. Kemudian korban juga ditempel dengan obeng yang sudah dipanaskan oleh para pelaku," terangnya.

Adapun saat ini, kondisi kesehatan korban telah stabil.

Polres Tangsel sudah melakukan pendampingan untuk pemeriksaan pskilogi dengan P2TP2A agar korban tidak mengalami trauma. (Raf)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved